Sjafruddin, dkk. 105 Vol. 14 No. 2 Mei 2007 . 1. Staf Pengajar KK Rekayasa Transportasi, FTSL-ITB. . 2. Staf Pengajar KK Rekayasa Transportasi, FTSL- ITB. . 3. Alumni Program Studi Magister STJR ITB. Catatan : Usulan makalah dikirimkan pada 16 Pebruari 2007 dan dinilai oleh peer reviewer pada tanggal 26 Pebruari 2007 - 18 April 2007. Revisi penulisan dilakukan antara tanggal 20 April 2007 hingga 27 April 2007. Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun model pemilihan moda angkutan penumpang antara pesawat terbang dan kapal cepat rute Palembang – Batam melalui pengetahuan atas preferensi pengguna jasa terhadap atribut perjalanan moda yang kemudian dimodelkan untuk memperoleh nilai utilitas dan probabilitas pemilihan masing-masing moda. Perumusan perilaku individu dalam memilih moda angkutan ke dalam model pemilihan moda dilakukan dengan memanfaatkan data SP (Stated Preference). Penelitian ini menggunakan 5 (lima) atribut perjalanan yang dianggap berpengaruh besar dalam perilaku pemilihan moda, yaitu biaya perjalanan, total waktu perjalanan, aksesibilitas menuju Bandara/Pelabuhan, frekuensi keberangkatan, dan tingkat pelayanan/fasilitas di dalam moda. Dari hasil analisis diperoleh persamaan selisih utilitas pesawat terbang dan kapal cepat sebagai berikut: U PT – U KC = -6,727088 – 0,000010 X 1 – 1,502469 X 2 + 2,363855 X 5 yang mana : U PT = utilitas pesawat terbang U KC = utilitas kapal cepat X 1 = Selisih biaya perjalanan pesawat terbang dan kapal cepat X 2 = Selisih total waktu perjalanan pesawat terbang dan kapal cepat X 5 = Selisih tingkat pelayanan pesawat terbang dan kapal cepat Dan, probabilitas memilih masing-masing moda adalah : yang mana : P PT = Probabilitas pemilihan pesawat terbang P KC = Probabilitas pemilihan kapal cepat Berdasarkan analisis sensitivitas, waktu perjalanan merupakan atribut yang paling sensitif mempengaruhi probabilitas pemilihan pesawat terbang dan kapal cepat. Kata-kata kunci : Model pemilihan moda, Stated Preference data, atribut perjalanan. Abstract The objective of the research is to develop mode choice models of passenger transportation between aeroplane and high speed ferry on the Palembang – Batam route by means of travelers’ preference of mode attributes to obtain the utility and choice probability of each mode. The mode choice model was developed based on individ- ual mode choice behavior which was estimated by applying SP (Stated Preference) data. Vol..14 No. 2 Mei 2007 Model Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Pesawat Terbang dan Kapal Cepat dengan Data SP (Stated Preference) (Studi Kasus: Rute Palembang - Batam) Ade Sjafruddin 1) Harun Al Rasyid Sorah Lubis 2) Bambang Setiawan 3) TEKNIK SIPIL urnal ) U U ( KC KC PT exp 1 1 P − + = KC PT P 1 P − =