PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-10 PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA 13 14 SEPTEMBER 2017; GRHA SABHA PRAMANA 1293 FORMASI DANAU SANGAT ASAM KAWAH IJEN, JAWA TIMUR Sri Sumarti 1 A. Zaennudin 2 1 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Jalan Cendana No. 15, Yogyakarta Telp. 0274 514180 - 514192 Email: merapi_bpptk@yahoo.com 2 Purna bakti dari Pusat Vulkanologi dan MItigasi Bencana Geologi Email: azaennudin@gmail.com ABSTRAK Danau Kawah Ijen merupakan gunung api aktif berukuran 900 m x 600 m, kedalaman ~180 m memiliki air sangat asam (pH ~0,2) dengan volume 30 juta m 3 , secara administratif terletak di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah Ijen merupakan salah satu dari 22 buah kerucut gunung api yang muncul paska pembentukan kaldera Ijen. Ancaman dan bahaya bila terjadi letusan besar maka air danau kawah yang tumpah akan mengakibatkan bencana yang sangat serius. Disamping itu, Air Danau Kawah Ijen merembes melalui dinding bagian Barat membentuk Sungai Banyupahit-Banyuputih sepanjang 40 km hingga Asembagus. Dampak tersier air irigasi, kualitas air sumur gali masyarakat terkontaminasi unsur F. Data survei air sumur menunjukkan bahwa 60 % mengandung F melebihi rekomendasi WHO yang berdampak adanya fluorosis gigi yang signifikan (~70 %). Formasi danau sangat asam Kawah Ijen setidaknya berhubungan dengan tiga kali letusan eksplosif besar yang membentuk tiga kawah utama yang saling memotong berbentuk ellips berukuran 900 m x 600 m. Berdasarkan umur endapan abu hasil erupsi Gunung Ijen paska kaldera, endapan paling tua berumur 5.920 + 200 B.P. terdapat di dinding sebelah Selatan, diikuti umur endapan aliran abu pada berumur 2.170 + 160 B.P. terdapat di dinding sebelah Timur, dan endapan aliran abu paling muda berumur 620 + 120 B.P. berada di sebelah Barat kawah G. Ijen. Stratigrafi endapan-endapan batuan tersebut didukung oleh analisis peta topografi dan morfologi, wilayah puncak. G. Ijen ini yang telah mengalami beberapa kali perpindahan pusat erupsi dalam letusannya, tetapi masih berkisar di sekitar bagian puncak. Kata kunci : Kawah Ijen, eksplosif, abu, fluorosis. 1. Pendahuluan Indonesia memiliki gunung api terbanyak di dunia yaitu sebesar 12 % atau berjumlah 127 gunung api aktif, dimana 63 diantaranya memiliki kaldera dan danau kawah. Delapan buah gunungapi memiliki danau kawah dengan air bersifat asam seperti Kawah Putih (Jawa Barat), Telaga Warna (Jawa Tengah), Kawah Ijen (Jawa Timur), Kawah Mahawu (Sulawesi Utara), Kawah Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Kawah Kaba, Kawah Dempo (Sumatera), dan Kawah Gunung Tompaluan atau Lokon (Sulawesi Utara) paska letusan 2003. Danau Kawah Ijen merupakan gunung api aktif berukuran 900 m x 600 m, kedalaman ~180 m memiliki air sangat asam (pH ~0,2) dengan volume 30 juta m 3 , secara administratif terletak di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Formasi danau sangat asam Kawah Ijen di Jawa Timur tidak bisa dipisahkan dari pembentukan Kaldera Ijen. Kaldera Ijen terbentuk oleh letusan hebat gunungapi strato Ijen Tua atau Gunung Kendeng (ketinggian ~4.000 m d. p. l.), yang terjadi antara 300.000 dan 50.000 tahun yang lalu (Sitorus, 1990). Menurut Kemmerling (1921) Gunung Ijen tua ini memiliki satu vent saja yang didasarkan pada bentuk kaldera yang oval. Kaldera Ijen ini berdiameter 16 km berbentuk elips dimana dinding kaldera bagian utara melengkung ke arah selatan. Dinding kaldera selatan sebagian besar tertutupi endapan vulkanik hasil erupsi