Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2, November 2022, Hal. 73-78 ISSN 2962-5637 (Media Online) Available Online at https://ejurnal.bangunharapanbangsa.com/index.php/PAK DOI 10.56854/pak.v1i2.118 73 Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen Di Era Pandemi Covid-19 Hermin Ranting 1 *, Elia Purwantoro 2 , Gerhard E Sipayung 3 , Gundari Ginting 4 1 Sekolah Tinggi Teologi Transfromasi Indonesia, 2 Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia, 3,4 Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan Email: herminranting42@gmail.com* Abstrak−Pandemi covid-19 membuat seluruh tatanan kehidupan menjadi berubah, termasuk dibidang pendidikan sehingga mengharuskan dunia pendidikan mengupdate kemampuan seorang guru ditempat masing-masing. Dengan tuntutan itu, guru harus mengupdate kemampuan dalam semua bidang secara khusus dalam skill, metode pembelajaran dan materi pembelajaran serta karakter. Itu dilakukan sebagai acuan bagi guru untuk membuktikan kemampuan yang mumpuni. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi literatur, maka artikel ini menyodorkan sebuah temuan terkait bagaimana seharusnya guru agama Kristen yang professional. Temuan dalam artikel ini mengemukakan bahwa ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai guru di masa pandemi covid 19. Ini dilakukan agar tidak mengurangi kualitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Dengan guru meng-upgrate kemampuannya dalam segala aspek, itu bagian dari wujud nyata dari keprofesionalisme seorang guru. Sikap profesionalisme itu menjadi keharusan bagi seorang guru, mengingat era sekarang erat kaitannya dengan digitalisasi. Kata kunci : pandemi covid 19, guru agama Kristen, profesional, pendidikan. Abstract−The Covid-19 pandemic has changed the entire order of life, including in the field of education, which requires the world of education to update the abilities of a teacher in their respective places. With these demands, teachers must update their abilities in all areas specifically in skills, learning methods and learning materials and character. It is done as a reference for teachers to prove qualified abilities. Using a qualitative method of literature study approach, this article presents a finding related to how professional Christian teachers should be. The findings in this article suggest that there are many things that must be considered in carrying out duties and responsibilities as a teacher during the COVID-19 pandemic. This is done in order not to reduce the quality in carrying out its duties and responsibilities properly. With the teacher upgrating his abilities in all aspects, it is part of the tangible manifestation of a teacher's professionalism. That attitude of professionalism is a must for a teacher, considering that the current era is closely related to digitalization. Keywords: covid 19 pandemic, Christian religious teachers, professionals, education 1. PENDAHULUAN Kesatuan visi dan misi dalam memerangi pandemi diseluruh bagian dunia masih terus dilakukan karena hari demi hari kasus penularan semakin meningkat, bahkan angka kematian terus bertambah itulah sebabnya Indonesia dan negara-negara lain bahu membahu melawan virus covid yang berasal dari Wuhan, China. (Masrul et al., 2020) Bahkan media media nasional memberi informasi bahwa Virus Corona yang semakin berkembang pesat yang berasal dari china sampai mewabah ke belahan dunia lain menjadi suatu wabah dan menjadi penyakit pandemi. (Simon, 2020) Berawal dari informasi seseorang yang mengalami radang paru-paru yang misterius, ditemukan di sekitar pasar binatang di Wuhan. Di tempat itu aktivitas penjualan daging binatang yang tidak biasa dikonsumsi oleh manusia, diantaranya, kelalawar, ular, jenis tikus-tikus an sehingga diduga membawa penularan virus dan virus ini dinamakan Virus Covid 19. (Yuliana, 2020) Virus Covid 19 sebenarnya sudah ada dalam dunia kesehatan dan memang merupakan penyakit yang cepat menular, namun dalam kasus ini ,Virus Covid 19 dapat menginfeksi bahkan mengakibatkan kematian pada seseorang yang terinfeksi dalam waktu singkat. Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan bahwa Virus Corina 19 sebagai pandemi dikarenakan penularannya sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian karena gagal dalam bagian organ tubuh manusia yaitu paru-paru. Memang mirip sekali dengan gejala-gejala penyakit Flu, radang tenggorokan dan lain-lain. Oleh sebab itu kelalawar, tikus, ular dan hewan eksotis lainnya yang dianggap sebagai sumber wabah. (Husna, 2020) Kurang lebih 123 negara didunia dan wilayah dengan 136 ribu kasus dan angka kematian terjadi di negara Eropa dan sekitarnya meskipun china sebagai negara awal penyebar virus Covid 19 lebih sedikit angka kematiannya. Penularan serba cepat membuat hampir tidak ada wilayah atau negara yang tidak lolos dari wabah ini. (PANDEMI, 2020) Akibat dari wabah ini , sektor pendidikan harus mengalami dampak yang signifikan karena penularan covid 19 yang sangat cepat membuat dunia pendidikan harus membuat strategi pembelajaran berbasis on-line, tidak lagi menggunakan aktivitas tatap muka sehingga sekolah-sekolah yang ada di indonesia khususnya harus mengalami perubahan. Kendala yang dialami saat ini yaitu tidak ada kesiapan perubahan, yang semula menggunakan mekanisme tatap muka berubah dengan metode pembelajaran online dan tidak sedikit para guru dan pengajar mengkritik perubahan ini namun juga banyak para guru dan pengajar yang setuju untuk melakukan perubahan demi pendidikan indonesia yang lebih baik. (Sahensolar & Simon, 2021)