SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21” Surakarta, 22 Oktober 2016 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 375 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKURIKULUM 2013 Ghullam Hamdu 1 , Anggi Lestari 2 , Nisa Nurlaila 3 1,2,3 Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, 46115 Email Korespondensi: ghullamh2012@upi.edu Abstrak Kurangnya sumber teori tentang penyusunan dan contoh perangkat pembelajaran menjadi langkah awal penelitian lanjutan dari pengembangan perangkat pembelajaran berbasis PBL (Problem Based Learning) yang menghasilkan produk perangkat pembelajaran yang telah valid dan layak digunakan untuk mengembangkan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dengan pengintegrasian pembelajaran lain yang mendukung. Maka dilakukan pengembangan sebuah buku tentang pengembangan perangakat pembelajaran. Didukung dengan hasil pendahuluan bahwa kurangnya pemahaman guru dalam hal pengembangan perangkat pembelajaran. Penelitian ini diharapkan menajadi referensi guru atau calon guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dipandu sebuah buku yang membantu guru dalam mengembangkannya. Penelitian dilakukan menggunakan metode DBR (Desigen-Based-Research) yang dikemukaakan oleh Reeves tahun 2007. Tahap pertama pada studi pendahuluan diperoleh data dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Tahap kedua dilakukan pengembangan dalam pembuatan buku perangkat pembelajaran mencakup RPP, LKS, media, dan asesmen. Tahap tiga, dilakukan validasi ahli dan mengalami revisi selanjutnya dilakukan validasi penggunaan kepada guru atau caln guru dan mengalami revisi II. Hasil akhir pada tahap empat diperoleh buku tentang perangkat pembelajaran yang membahas tentang teori, langkah-langkah, dan contoh perangkat pembelajran yang mencakup RPP, LKS, Media, dan asesmen yang diharapkan dapat menjadi referensi untuk para pendidik. Kata Kunci: IPA, Tematik, Perangkat Pembelajaran, Problem Based Learning (PBL). Pendahuluan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu dari Kelas I sampai Kelas VI (Salinan lampiran permendikbud no. 67 tahun 2013 tentang kurikulum SD). Dengan demikian pembelajaran pada kurikulum 2013 dilakukan dengan mengaitkan berbagai kompetensi dasar atau mata pelajaran yang masih satu konsep dalam satu tema tertentu. Pembelajaran dilakukan secara tematik agar pengetahuan yang dimiliki siswa mengenai suatu konsep dapat menyeluruh tidak terpisah pisah. Agar pembelajaran lebih bermakna pembelajaran harus dikaitan dengan permasalahan yang biasa dihadapi siswa sehari-hari. Untuk menemukan solusi dari permasalahan diperlukan pengetahuan yang menyeluruh dari suatu konsep. Oemar Hamalik (Henawan et.al, 2007) menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan prosedur dan metode yang ditempuh oleh pengajar untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam proses pembelajaran siswa harus secara aktif mengalami sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan guru dan bukan hanya menerima dari pemberian guru. Pada proses pembelajaran siswa harus dibiasakan terlibat dalam memecahkan permasalahan- permasalahan. Saat proses belajar mengajar siswa banyak menerima teori dari guru, namun pada saat mereka dihadapkan pada suatu permasalahan mereka bingung menemukan solusi untuk menyelesaikannya. Mereka tidak tahu cara mengaplikasikan teori yang mereka dapat untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Kurangnya aktivitas siswa dalam suatu pembelajaran menyebakan mereka hanya menghapal teori yang didapat tanpa memahaminya. How we teach must also change in order to prepare our students to cope with these new situations: students need more than ever to be able to pose questions, seek and find brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by FKIP UNS Journal Systems