Sholehhudin, et al, Hubungan Sanitasi Lingkungan, Perilaku Pengendalian Jentik dan Nyamuk… Hubungan Sanitasi Lingkungan, Perilaku Pengendalian Jentik dan Nyamuk, dan Kepadatan Penduduk dengan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jember (Relationship of Environmental Sanitation, Mosquito and Larva Control Behavior, and Population Density with Dengue Haemoraghic Fever /DHF in Jember) Mochammad Sholehhudin, Isa Ma’rufi, Ellyke Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto Jember 68121 e-mail korespondensi : mssholhud@gmail.com Abstract Abstrak e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 2 (no. 3), September 2014 476 Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang memiliki jumlah penderita yang selalu meningkat dan menyebar lebih luas. Jawa Timur merupakan salah satu daerah endemis DBD. Salah satu kabupaten di Jawa Timur yang endemik demam berdarah adalah Kabupaten Jember. Jumlah kasus DBD terus meningkat dari tahun 2008 sampai 2012. Pada tahun 2010 terjadi KLB dengan jumlah kasus 1.494 dengan incident rate 62 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi ligkungan, perilaku pengendalian jentik dan nyamuk (PJN), dan kepadatan penduduk. Selain itu juga menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan, perilaku PJN, dan kepadatan penduduk dengan DBD di Jember. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan rancang bangun cross sectional. Pengujian menggunakan asosiasi asimetri lambda dan asosiasi somers'd. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku PJN dalam kategori sedang. Berdasarkan uji statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan (ρ=0,483), perilaku pengendalian jentik dan nyamuk (ρ=0,157), dan kepadatan penduduk (ρ=0,500) dengan kejadian DBD di Kabupaten Jember. Keywords: DBD, Sanitasi Lingkungan, Pengendalian Nyamuk, dan Kepadatan Penduduk. Dengue Haemorhagic Fever (DHF) is a public health problem in Indonesia which has the number of sufferers always be increase and spread more widely. East Java is one dengue endemic areas. One of the districts in East Java that dengue endemic is Jember. The number of dengue cases continued to increase from year 2008 to 2012. In 2010 an outbreak (KLB) with the number of case is 1.494 and the incident rate is 62 per 100.000 poppulation. This study aim to describe environmental sanitation, mosquito and larva control (PJN) behavior, and population density. Beside there to analyze the relationship between environmental sanitation, mosquito and larvae control behavior, and population density with dengue haemorhagic fever in Jember. The Method is observational research use a cross sectional design. Test analysis use the association of asymmetry lambda and association somers’d. The results and conclution of the study showed the environmental sanitation and PJN behavior in the middle category. Based on statistic test showed that there was no significant relationship between environmental sanitation (ρ=0,483), mosquito and larva control behavior (ρ=0,157), and population density (ρ=0,500) with DHF incidence in Jember. Keywords: DHF, Environmental Sanitation, Mosquito Control, Population Density. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Pustaka Kesehatan