Jurnal JPE, Vol. 23, No. 2, Bulan November, Tahun 2019 JPE-UNHAS
© 2019 Jurnal Penelitian Enjiniring, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
Hal | 113
Klasifikasi Kematangan Stroberi Berbasis Segmentasi Warna
dengan Metode HSV
Indrabayu
1
*, Nurhikma Arifin
1
, Intan Sari Areni
2
1
Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
2
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
Jl. Poros Malino km. 6, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92171
*Email: indrabayu@unhas.ac.id
DOI: 10.25042/jpe.112019.03
Abstrak
Klasifikasi kematangan buah secara manual memiliki banyak keterbatasan karena dipengaruhi faktor subjektivitas
manusia sehingga pengaplikasian pengolahan citra digital dan kecerdasaan buatan menjadi lebih efektif dan efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem klasifikasi kematangan buah stoberi secara otomatis yang dibagi menjadi
tiga kategori, yaitu belum matang, setengah matang, dan matang. Proses identifikasi tingkat kematangan buah pada
penelitian ini didasarkan pada ciri warna yaitu mengambil nilai Red, Green, Blue (RGB) dari citra. Adapun metode
yang digunakan untuk segmentasi warna adalah Hue, Saturation, Value (HSV) dan untuk klasifikasi kematangan
stroberi menggunakan algoritma Multi-Class Support Vector Machine (SVM) dengan kernel Radial Basic Function
(RBF). Pengambilan data stroberi menggunakan kamera Logitech C920. Dataset yang digunakan terdiri dari 158
gambar stroberi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi kematangan stroberi menggunakan algoritma multi-
class SVM dengan parameter kernel RBF cost (C) = 10 dan gamma (γ) = 10
-3
menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 97%.
Abstract
Classification of Strawberry Maturity Based on Color Segmentation using HSV Method. Manual fruit maturity
classification has many limitations because it is influenced by human subjectivity. Hence, the application of digital
image processing and artificial intelligence becomes more effective and efficient. This study aims to create a
classification system that automatically divides strawberry maturity into three categories, namely not ripe, half-ripe, and
ripe. The process of identifying the level of fruit maturity is based on the color characteristics Red, Green, Blue (RGB)
value of the image. The method used for color segmentation is Hue, Saturation, Value (HSV) and for the classification
of strawberry maturity using the Multi-Class Support Vector Machine (SVM) algorithm with a Radial Basic Function
(RBF) kernel. Strawberry image data was retrieved using the Logitech C920 camera. The dataset consisted of 158
images of strawberries. The results showed that the classification of strawberry maturity using the multi-class SVM
algorithm with kernel parameters RBF cost (C) = 10 and gamma (γ) = 10
-3
produced the highest accuracy of 97%.
Kata Kunci: Pengolahan citra, HSV, stroberi, SVM
1. Latar Belakang
Stroberi merupakan buah yang disukai oleh
konsumen dan bernilai jual tinggi. Buah stroberi
dapat dikonsumsi segar atau dalam bentuk
olahan seperti sirup, selai, dodol, manisan dan
bahan tambahan pada kue atau es. Kondisi buah
stroberi ditentukan oleh beberapa parameter.
Salah satunya adalah parameter tingkat
kematangan buah yang bisa dilihat dari
perubahan warna buah stroberi [1].
Namun, pada proses klasifikasi kematangan
stroberi yang dilakukan secara manual memiliki
banyak keterbatasan karena dipengaruhi
subjektivitas manusia seperti cepat lelah dan
pengaruh fisik lainnya, sehingga pada kondisi
tertentu proses pengklasifikasian tidak
konsisten. Klasifikasi yang tidak konsisten akan
berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan
dipasarkan baik secara langsung maupun yang
akan diolah menjadi produk. Oleh karena itu
solusi dari masalah tersebut adalah sistem yang
mampu melakukan klasifikasi kematangan
stroberi secara konsisten dan akurat, sehingga
dapat meminimalisir kesalahan yang dilakukan
oleh manusia.
Teknologi pertanian yang semakin canggih
mampu menggantikan peran manusia, seperti
pemanfaatan pengolahan citra digital yang
merupakan bagian dari perkembangan teknologi
sehingga mesin komputer dapat mengenali citra
seperti layaknya manusia, khususnya dalam
mengenali tingkat kematangan buah. Terdapat