SIMBIOSA, 9 (1): 1-11 Juli 2020 e-ISSN. 2598-6007; p-ISSN. 2301-9417 http://dx.doi.org/10.33373/sim-bio.v9i1.2294 journal homepage: https://journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal | 1 RESEARCH ARTICLE OPEN ACCESS Struktur Komunitas Jamur Tingkat Tinggi (Basidiomycetes: Polyporaceae) di Hutan Lindung Muka Kuning Structure Community Of High-level Fungi (Basidiomycetes : Polyporaceae) at Muka Kuning Protected Forest Putri Sinta, Lani Puspita * , Fauziah Syamsi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Riau Kepulauan,*Corespondent email: puspita.lani@gmail.com Received: 27 February 2020 | Accepted: 27 June 2020 | Published: 20 July 2020 PENDAHULUAN Kota Batam mempunyai hutan yang cukup luas, yaitu sebesar 52,225.46 Ha, yang terdiri dari hutan yang dapat dikonversikan, hutan produksi, hutan suaka, dan hutan lindung. Keberadaan hutan-hutan ini menopang kehidupan flora dan fauna yang ada di Kota Batam. Salah satu hutan yang memiliki peranan cukup besar dan berada di tengah-tengah Kota Batam adalah Hutan Lindung Muka Kuning. Keanekaragaman makhluk hidup atau keanekaragaman hayati memiliki arti yang penting untuk menjaga kestabilan ekosistem (Maisyarah, 2010). Hendarti (2008) dalam Septenggo (2016) menyatakan bahwa hutan merupakan suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling mempengaruhi dan ketergantungan, sehingga tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Komponen suatu ekosistem ada dua macam, yaitu komponen Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas jamur tingkat tinggi (kelas Basidiomycetes: famili Polyporaceae) di Hutan Lindung Muka Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Survei dilakukan dengan menelusuri wilayah stasiun pengamatan di Hutan Lindung Muka Kuning. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dan data diolah secara ekologi kuantitatif. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 6 jenis jamur famili Polyporaceae, yaitu: Gloephyllum odoratum, Microporus xanthopus, Pycnoporus sanguineus, Trametes suaveolens, Trametes conchifer, dan Trametes versicolor. Substrat jamur yang ditemukan pada saat penelitian ini adalah batang kayu yang sudah mati. Berdasarkan analisis struktur komunitas, diperoleh Indeks Keanekaragaman Jenis yang tergolong sedang (nilai berkisar 1.05 - 1.63), Indeks Keseragaman Jenis yang tergolong tinggi (nilai berkisar 0.756 - 0.911), dan Indeks Dominansi yang tergolong rendah hingga sedang (nilai berkisar 0.223 - 0.452). Kerapatan jamur famili Polyporaceae berkisar antara 11 - 12 individu/m². Kata kunci: Struktur Komunitas, Jamur Polyporaceae, Hutan Lindung Muka Kuning. Abstract. This study aims to determine the community structure of high-level fungi (class Basidiomycetes: famili Polyporaceae) in Muka Kuning Protected Forest. The method used in this research is survey method. The survey was conducted by tracing the area of the observation station in the Muka Kuning Protected Forest. This is explorative research and data is analyzed using quantitative ecology method. Based on the results of the identification, found 6 types of Polyporaceae fungi, namely: Gloephyllum odoratum, Microporus xanthopus, Pycnoporus sanguineus, Trametes suaveolens, Trametes conchifer, and Trametes versicolor. The fungal habitats found were dead logs. Based on the community structure analysis, it was found that the Diversity Index is categorized medium (with values ranging from 1,05 - 1,63), the Evenness Index is categorized high (with values ranging from 0.756 - 0.911), and the Dominance Index is categorized low to medium (with a values ranging from 0.223 - 0.452). The density of the Polyporaceae is ranging between 11 - 13 individuals/m². Keywords: Community Structure, Polyporaceae Fungi, Muka Kuning Protected Forest.