KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9(1), 2023: 70-76 70 2477-5398/ © 2023 Lindawati et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. https://doi.org/10.22487/kovalen.2023.v9.i1.16287 Analisis Kadar Kadmium (Cd) dalam Bawang Merah Lokal Palu (Allium cepa L. var. aggregatum) pada Berbagai Lokasi dan Umur Tanam [Analysis of Cadmium (Cd) in Palu Local Shallots (Allium cepa L. var. aggregatum) at Various Locations and Planting Ages] Eka Lindawati, Khairuddin , Nurhaeni, Ruslan, Ahmad Ridhay , Husain Sosidi, Erwin Abdul Rahim, Syamsuddin Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta Km. 9, Tondo-Palu, Sulawesi Tengah Abstract. The local Palu shallot (Allium cepa L. var. aggregatum) plant is one of the leading products in the Central Sulawesi region. Shallots can experience a decrease in quality if they are contaminated with heavy metals, such as cadmium (Cd) in amounts that exceed the threshold. This study aims to determine the effect of planting age on cadmium levels in local Palu shallots cultivated in Oloboju Village and Solove Village, Biromaru District, Sigi Regency. The research variables used were the planting age which consisted of 4 levels (age 40, 50, 60, and 70 days), and the planting location which consisted of 2 levels (Solove Village and Oloboju Village). Cd levels were analyzed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Cadmium levels in shallot roots at two planting locations decreased with increasing planting age, from 101.34 - 107.18 mg/kg at 40 days of age to 1.68-3.78 mg/kg at 70 days of age. Shallot bulbs at two locations had lower cadmium levels than roots, namely 0.01-0.04 mg/kg. The results of the study found that planting time had a significant effect on cadmium levels in the roots of shallots, but planting age and planting location had no significant effect on cadmium levels in local Palu shallot bulbs with levels that met the SNI (Indonesian National Standard) quality requirements. Keywords: Cadmium, soil, planting Age, root, shallots, Palu Abstrak. Tanaman bawang merah lokal Palu (Allium cepa L. var. Aggregatum) menjadi salah satu produk unggulan di daerah Sulawesi Tengah. Bawang merah dapat mengalami penurunan kualitas apabila terkontaminasi logam berat, seperti cadmium (Cd) dalam jumlah yang melebihi ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh umur tanam terhadap kadar kadmium dalam bawang merah lokal Palu yang dibudidayakan di Desa Oloboju dan Desa Solove Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Variabel penelitian yang digunakan, yaitu umur tanam yang terdiri dari 4 taraf (umur 40, 50, 60, dan 70 hari) dan lokasi tanam yang terdiri dari 2 taraf (Desa Solove dan Desa Oloboju). Kadar Cd dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Kadar kadmium dalam akar bawang merah di dua lokasi tanam mengalami penurunan dengan semakin lamanya umur tanam, yaitu dari 101,34 - 107,18 mg/kg pada umur 40 hari menjadi 1,68-3,78 mg/kg pada umur 70 hari. Umbi bawang merah pada dua lokasi memiliki kadar kadmium lebih rendah daripada akar, yaitu 0,01-0,04 mg/kg. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa waktu tanam berpengaruh nyata terhadap kadar kadmium pada bagian akar dari bawang merah, namun umur tanam dan lokasi tanam berpengaruh tidak signifikan pada kadar kadmium dalam umbi bawang merah lokal Palu dengan kadar yang memenuhi syarat mutu SNI. Kata Kunci: Kadmium, tanah, umur tanam, bawang merah, Palu Diterima: 10 Februari 2023, Disetujui: 27 Maret 2023 Sitasi: Lindawati, E., Khairuddin., Nurhaeni., Ruslan., Ridhay, A., Sosidi, H., Rahim, E.A., Syamsuddin. (2023). Analisis Kadar Kadmium (Cd) dalam Bawang Merah Lokal Palu (Allium cepa L. var. aggregatum) pada Berbagai Lokasi dan Umur Tanam. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9(1): 70-76. https://bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen Corresponding author E-mail: heru_jns@yahoo.co.id