Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol. 8, No. 3, Agustus 2022 p-ISSN : 2442-9511, e-2656-5862 DOI: 10.36312/jime.v8i2.3623/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME 2112 | Ekspresi Makian Pada Akun Youtuber Gamers (Ade Nora Afriansyah) Ekspresi Makian Pada Akun Youtuber Gamers Ade Nora Afriansyah 1 , Burhanuddin 2 , Saharuddin 3 1 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Mataram, 23 Universitas Mataram, Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Accepted: 13 Juli 2022 Publish: 8 August 2022 Penelitian ini didasarkan atas adanya perbedaan ragam bahasa wanita dan pria di dalam masyarakat, yang difokuskan pada ekspresi makian yang digunakan oleh para gamers dalam bentuk kata-kata di aplikasi media sosial youtube. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perwujudan ekspresi makian pada akun Youtuber gamers. Beberapa permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah bentuk, makna, dan fungsi dari ekspresi makian di akun youtuber gamers. Penelitian ini bertujuan memerikan wujud ekspresi makian yang ditulis oleh pengguna youtube. Penelitian ini menggunakan teori Wijana untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua, yakni bentuk dan makna ekspresi makian. Selanjutnya, teori Anderson dan Trudgill untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yakni fungsi ekspresi makian. Teori pendukung yang digunakan adalah teori tabu dan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data pada penelitian ini berupa teks tulis berisi ekspresi makian yang ditulis oleh youtubers dan dimuat di sepuluh akun youtuber yaitu, (Zan, BrandontKent Everything, Pascol Kintil, Yb, Windah Basudara, Luan-luan, Ericko Lim, Erpan1140, Bangpen, Pedjuang Gamers ) yang selanjutnya diubah dalam bentuk angka untuk menunjukkan jumlah dan persentase penggunaan ekspresi makian. Data dikumpulkan dengan metode simak dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data disajikan dalam bentuk tabel dan teks naratif. Berdasarkan hasil analisis, bentuk ekspresi makian yang ditemukan sebanyak tiga kategori, yakni kata, frasa, dan klausa. Makna ekspresi makian yang ditemukan sebanyak tujuh kategori yaitu keadaan, binatang, bagian tubuh, makhluk halus, profesi, benda-benda, dan aktivitas. Fungsi kata-kata toxic yang ditemukan adalah fungsi ekspletif, fungsi humorous, dan fungsi auxiliary. Keywords: Swear words, youtubers, Gamers Article Info Abstract Article history: Accepted: 13 Juli 2022 Publish: 8 August 2022 This research is based on the differences in the variety of languages between women and men in society, which is focused on the swearing expressions used by gamers in the form of words on the YouTube social media application. The formulation of the problem in this study is how the embodiment of swear expressions on the Youtuber gamers account is. Some of the problems that will be answered in this research are the form, meaning, and function of swear expressions on the youtuber gamers account. This study aims to describe the form of swearing expressions written by youtube users. This study uses Wijana's theory to answer the first and second problem formulations, namely the form and meaning of swearing expressions. Furthermore, the theory of Anderson and Trudgill to answer the third problem formulation, namely the function of swearing expressions. The supporting theories used are the theory of taboo and gender. This study uses a qualitative and quantitative approach. The data in this study are written text containing swear words written by youtubers and published on ten youtuber accounts, namely, (Zan, BrandontKent Everything, Pascol Kintil, Yb, Windah Basudara, Luan-luan, Ericko Lim, Erpan1140, Bangpen, Pedjuang Gamers) which is then converted into a number to indicate the number and percentage of swearing expressions used. Data was collected by the method of listening and documentation. The data were analyzed using content analysis methods which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data is presented in the form of tables and narrative text. Based on the results of the analysis, the forms of swear expressions found were in three categories, namely words, phrases, and clauses. The meanings of swear expressions were found in seven categories, namely conditions, animals, body parts, spirits, professions, objects, and activities. The functions of toxic words found are expletive function, humorous function, and auxiliary function. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: Ade Nora Afriansyah Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Mataram, adenora919@gmail.com 1. PENDAHULUAN Idealnya tujuan manusia menggunakan bahasa adalah untuk berinteraksi, membina kerja sama, dan hubungan baik antarsesamanya. Namun dalam proses tersebut tidak jarang terjadi perselisihan, salah paham, dan perbedaan pendapat serta cara pandang satu sama lain. Kondisi- kondisi inilah yang dapat menjadi salah satu penyebab para pemakai bahasa menggunakan kata-