SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS “Strategi Pengembangan Pembelajaran dan Penelitian Sains untuk Mengasah Keterampilan Abad 21 (Creativity and Innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, Collaboration/4C) Universitas Sebelas Maret Surakarta, 26 Oktober 2017 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2017 | 319 KARAKTER MORFOLOGI DAUN GALUR KEDELAI HASIL PERSILANGAN VARIETAS INTRODUKSI DARI KOREA DENGAN ARGOMULYO Mufidah Estu Kinasih 1 , Siti Zubaidah 2 , Heru Kuswantoro 3 1 Universitas Negeri Malang, Malang, 65145 2 Universitas Negeri Malang, Malang, 65145 3 Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI), Malang, 65101 Email Korespondensi: mufidah.mufi77@gmail.com Abstrak Perbaikan varietas kedelai di Indonesia terus menerus dilakukan sebagai upaya peletarian plasma nutfah. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui persilangan beberapa tanaman kedelai dengan melihat sifat unggul dari karakter morfologi yang dimilikinya. Pengamatan karakter morfologi daun merupakan bagian penting dalam menyusun deskripsi suatu varietas, terutama untuk mengetahui tanaman kedelai yang lebih unggul untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi daun dari lima galur kedelai hasil persilangan varietas introduksi Korea dengan Argomulyo. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 6 ulangan. Bahan penelitian adalah galur kedelai yang berasal dari hasil persilanagn varietas introduksi dari Korea dengan Argomulyo, yaitu G1 (Cheongja3 × Argomulyo), G2 (Daehwang x Argomulyo), G3 (Daemang x Argomulyo), G4 (Geonjeongsaenol x Argomulyo), dan G5 (Songhak x Argomulyo). Hasil penelitian menunjukkan galur G3 memiliki karakter jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan diameter petiol tertinggi yaitu 70,88 helai; 9,88 cm; 6,18 cm; dan 1,51 cm; G3 dan G4 memiliki karakter tebal daun dan nisbah daun tertinggi yaitu 0,33 mm dan 0,63 cm; G1 memiliki karakter panjang petiol tertinggi yaitu 11,05 cm. Sedangkan G4 memiliki karakter panjang daun, tebal daun dan panjang petiol terendah yaitu 9,12 cm; 0,28 mm; dan 9,97 cm; G5 memiliki karakter jumlah daun dan diameter petiol terendah yaitu 38,5 helai dan 1,29 cm; G1 memiliki karakter lebar daun dan nisbah daun terendah yaitu 4,62 cm dan 0,51 cm. Karakter bentuk daun dari lima galur kedelai hasil kombinasi persilangan yang diamati berdaun lebar dengan bentuk bulat telur. Kata Kunci: Cheongja3, daehwang, daemang, geonjeongsaenol, songhak. Pendahuluan Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk meningkatkan produksi kedelai (Putri dan Adisyahputra, 2014). Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui perbaikan genetik lainnya dengan proses penyilangan kedelai-kedelai yang berdaya hasil tinggi atau yang memiliki sifat unggul (Zubaidah, dkk, 2010). Dalam penelitian varietas unggul, sumber gen tetua persilangan diperoleh dari hasil evaluasi dan karakterisasi plasma nutfah kedelai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber persilangan dalam memperbaiki varietas. Berdasarkan hal tersebutlah maka dilakukan pelestarian dan karakterisasi sifat morfologi dan komponen hasilnya (Putri dan Adisyahputra, 2014). Kedelai yang dibudidayakan di Indonesia merupakan tanaman semusim yang memiliki daun unifoliat dan daun trifoliat serta memiliki ragam bentuk dan ukuran untuk karakter daun dan biji (Adie dan Krisnawati, 2017). Salah satu kedelai varietas unggul di Indonesia yaitu varietas Argomulyo. Kedelai varietas Argomulyo merupakan kedelai hasil introduksi dari Thailand, dengan nama asal Nakhon Sawan 1. Kedelai varietas Argomulyo ini memiliki daya hasil 1,5-2,0 ton/ha (Balitkabi, 2016). Sifat dari suatu karakter merupakan penampilan (ekspresi) dari gen yang tampak pada suatu fenotipe. Keragaan suatu sifat tidak selalu dipengaruhi oleh lingkungan (Adie dan Krisnawati, 2017). Basuki (2002) menyatakan bahwa sifat fisiologis dapat dijadikan sebagai kriteria efektif dalam program perbaikan hasil kedelai. Pendekatan melalui sifat fisiologis tanaman seperti jumlah daun dan indeks luas daun, dapat digunakan dalam pengujian produktivitas kedelai (Misbahulzanah, dkk, 2014). Pengetahuan dan pemahaman terhadap karakter morfologi kedelai tidak hanya bermanfaat bagi