Buletin Fisika Vol 24 No. 1 February 2023 : 17 – 26 SINTA 4 Accreditation Starting on Volume 19 No. 2, 2018 17 Relokasi Hiposenter Gempabumi di Daerah Sesar Abang- Culik, Karangasem dengan Menggunakan Metode Coupled Velocity-Hypocenter Earthquake Hypocenter Relocation in The Abang-Culik Fault, Karangasem using Coupled Velocity-Hypocenter Method Made Prama Yudistira 1* , I Ketut Sukarasa 1 , I Made Kris Adi Astra 2 1 Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia 80361 2 Pusat Gempabumi Regional III-BMKG, Jl. Raya Tuban, Kuta, Badung, Bali, Indonesia, 80361 Email: *hmadepramayudistira@gmail.com; sukarafisika@gmail.com; made.adiastra@gmail.com Abstrak – Telah dilakukan penelitian tentang relokasi posisi hiposenter gempabumi, model kecepatan lokal gelombang seismik dan koreksi stasiun pencatat gelombang seismik di daerah Sesar Abang-Culik dan sekitarnya koordinat 115,25°-115,75° BT dan 8,00°-8,60° LS. Data yang digunakan merupakan data kejadian gempabumi pada periode 2015-2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode coupled velocity-hypocenter. Dari hasil relokasi diperoleh, posisi hiposenter gempabumi mengalami pergeseran, yang awalnya menyebar menjadi lebih terpusat di daerah bidang sesarnya. Kecepatan lokal mengalami penurunan yang signifikan pada lapisan ke-3 yang dipengaruhi oleh adanya kantung magma Gunung Agung di daerah penelitian. Hasil koreksi stasiun menunjukkan hanya 1 stasiun yang memiliki nilai delay time bertanda negatif yaitu stasiun IGBI sedangkan 13 stasiun lainnya menunjukkan nilai delay time bertanda positif. Kata kunci: Hiposenter, gempabumi, kecepatan lokal, gelombang seismik, metode coupled velocity- hypocenter Abstract – Research has been done about the relocation of earthquake hypocenter position, seismic wave local velocity and correction of seismic wave recording station at the Abang-Culik Fault area according to coordinate 115,25°-115,75° BT and 8,00°-8,60° LS. Data which was used on this research was the earthquake data that occur in the 2015-2020 period. The research was conducted using the coupled velocity-hypocenter method. From the relocation result, the position of the earthquake hypocenter shifted, which initially spread to become more concentrated in the fault plane area. The local velocity decreasing a lot in the 3 rd layer which was influenced by the presence of the Mount Agung magma pocket in that area. The correction of Station shown that only 1 station has a negative value of delay time, namely IGBI station while the other 13 stations show a positive value of delay time. Key words: Hypocentre, earthquake, local velocity, seismic waves, the coupled velocity-hypocentre method 1. Pendahuluan Pulau Bali berada diantara dua pemicu gempabumi yaitu zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di Selatan Pulau Bali [1] dan patahan belakang busur yang berada di Utara Pulau Bali [2]. Sejumlah sesar juga menjadi pemicu dari gempabumi yang terjadi di Pulau Bali, seperti Sesar Abang-Culik dan Sesar Rendang. Gempabumi merupakan peristiwa bergetarnya permukaan bumi akibat adanya pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi [3]. Potensi terjadinya gempabumi di suatu wilayah dapat dikaji melalui data historis atau parameter seperti kedalaman, hiposenter, kekuatan dan waktu terjadinya. Secara historis, tercatat pernah terjadi dua kali gempabumi merusak di daerah Sesar Abang-Culik dan sekitarnya. Data waktu tiba gelombang seismik digunakan dalam penentuan hiposenter gempabumi. Gelombang seismik sendiri merupakan gelombang yang dihasilkan dari pelepasan energi gempabumi. Penentuan hiposenter awal masih menggunakan model kecepatan global gelombang seismik, padahal penentuan hiposenter dari setiap gempabumi akan lebih akurat jika menggunakan model kecepatan lokal gelombang seismik primer. Hal ini disebabkan oleh model kecepatan global tidak dapat mewakili kondisi asli dari