PERANCANGAN SISTEM ELECTRONIC KANBAN PADA ASSEMBLY LINE SUB ASSY MK II UNTUK MENGURANGI KETERLAMBATAN MENGGUNAKAN CONSTANT-QUANTITY WITHDRAWAL SYSTEM DESIGNING ELECTRONIC KANBAN SYSTEM ON SUB ASSY MK II ASSEMBLY LINE TO REDUCE LATENESS USING CONSTANT QUANTITY WITHDRAWAL SYSTEM Alyssa Leonita Savitri 1 , Dr. Dida Diah Damayanti, S.T.,M.Eng.Sc. 2 , Ir. Widia Juliani, M.T. 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom 1 alyssasavitri@student.telkomuniversity.ac.id, 2 didadiah@telkomuniversity.ac.id, 3 widiajuliani@telkomuniversity.ac.id Abstrak PT. Dirgantara Indonesia merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur pesawat terbang. Saat ini, perusahaan sedang menghadapi permasalahan dalam memenuhi permintaan Tailboom MK- II secara tepat waktu. Masalah ini terjadi diakibatkan kurangnya persediaan part yang diperlukan untuk merakit komponen Sub Assy. Hal ini dikarenakan terdapat keterlambatan dalam memperoleh informasi mengenai part yang dibutuhkan dan tidak ada peringatan mengenai ketersediaan part yang diperlukan. Akibatnya, komponen yang diperlukan tidak mampu terselesaikan tepat waktu dan permintaan setiap tahunnya tidak dapat ter-deliver sesuai target. Agar masalah ini terselesaikan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur ketersediaan part dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat serta mengontrol aliran informasi pada lini perakitan hingga lini produksi Fabrikasi secara terintegrasi dan real-time. Oleh karena itu, penelitian untuk memberikan usulan untuk merancangan sistem e-Kanban atau electronic Kanban dengan metode constant-quantity. Hasil dari penelitian ini adalah sistem e-Kanban yang mampu menampilkan laporan status kerja aktual di jalur perakitan, gudang, dan lantai produksi Fabrikasi, mengklasifikasi informasi yang diperlukan dalam kartu, serta mengecek progress di setiap departemen sehingga tiap departemen dapat melakukan tindakan berdasarkan informasi tersebut. Dari penelitian yang telah dilakukan dengan mengimplementasikan sistem Electronic Kanban tersebut, diperoleh hasil bahwa keterlambatan pada lini perakitan Pylon Sub Assy dapat berkurang hingga 52%. Kata kunci : Kanban, E-Kanban, Constant-Quantity, Sistem Tarik. Abstract PT. Dirgantara Indonesia is a state-owned company engaged in the aircraft manufacturing industry. The company is currently facing difficulties in meeting the customer demand of Tailboom MK-II in a timely manner. This problem occurs due to lack of parts needed to assemble the components in Sub Assy. This happens because there is a delay in obtaining information about the parts needed and absence of notice about the availability of parts needed. As a result, components needed can not be finished at the right time thus demand can not be fulfilled and delivery as targeted every year . For this problem to be resolved, a system that can manage the availability of parts on the assembly line in the right amount and at the right time and also able to control information flow between departments in charge and access informations in real time is needed. Therefore, the research is to provide suggestions for designing e-Kanban or electronic Kanban systems with constant-quantity methods. The results of this study are the e-Kanban system which is able to display a report on the actual work status on the assembly line, classify the information needed on the card, and check the progress in every departments in charge so that further actions can be taken accordingly to the informations provided. Based on the simulation that has been done, it is obtained that Electronic Kanban can reduce lateness in Pylon Sub Assy Assembly Line up to 52%. Keywords: Kanban, E-Kanban, Constant-Quantity, Pull System 1. Pendahuluan PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aircraft Industries) merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur pesawat terbang. Jasa yang ditawarkan oleh perusahaan ini meliputi perancangan dan pengembangan pesawat terbang, manufaktur struktur pesawat terbang, dan perakitan pesawat terbang. PT Dirgantara Indonesia dibangun pada tahun 1979 di Bandung, Indonesia. Saat ini, salah satu proyek yang sedang digarap oleh PT Dirgantara Indonesia adalah Proyek Tailboom untuk pesawat MK-II agar dapat memenuhi permintaan subkontrak dengan perusahaan dari prancis. Tailboom merupakan bagian bagian belakang atau ekor dari pesawat terbang, Tailboom terdiri atas dua bagian utama yakni Cone dan Pylon, Pada penelitian ini, penulis berfokus pada Pylon Sub Assy dikarenakan penulis menemukan pada data Routing bahwa pada proses perakitan Pylon Sub Assy, komponen-komponen penyusun sering kali mengalami keterlambatan ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 2313