REACTOR: JOURNAL OF RESEARCH ON CHEMISTRY AND ENGINEERING – VOL. 3 NO. 1 (2022) 36-40 Available online at: http://reactor.poltekatipdg.ac.id/ R E A C T O R Journal of Research on Chemistry and Engineering | ISSN Online 2746-0401 | DOI: http://dx.doi.org/10.52759/reactor.v3i1.55 Attribution-ShareAlike 4.0 International. Pengaruh Pemasangan Fine Bubble Diffuser terhadap Nilai COD dan BOD Limbah Cair Palm Oil Mill Effluent Khairul Akli 1 , Yolanda Aprila 1 , Addin Akbar 1 , Maria Isfus Senjawati 2 1 Jurusan teknik Kimia Bahan Nabati, Politeknik ATI Padang, Jl. Bungo Pasang-Tabing, Padang, 25171, Indonesia 2 Jurusan Teknik Industri Agro, Politeknik ATI Padang, Jl. Bungo Pasang-Tabing, Padang, 25171, Indonesia ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: May 22, 2022 Revised: June 29, 2022 Available online: June 30, 2022 The rapid development of the palm oil industry, which cannot be denied, has an impact on the amount of industrial waste, particularly wastewater, requiring proper and effective treatment to reduce the impact of the damage. Wastewater treatment of Palm Oil Mill Effluent (POME) in an aerobic pond requires an adequate supply of oxygen so that its quality improves and becomes disposable, so it requires assistance from aeration media. A fine bubble diffuser was used as the aeration medium in this study. The aeration medium in this study was a fine bubble diffuser. The purpose of this research is to investigate the impact of installing a diffuser on the quality of the final wastewater, particularly the COD and BOD values, in the palm oil industry wastewater treatment. The analysis results for the wastewater parameters after the installation of the fine bubble diffuser revealed a significant reduction in the waste's COD and BOD values to 130 – 175 mg/L and 67 – 78 mg/L, respectively, making it more suitable for disposal to the environment. KEYWORDS Aeration, BOD, COD, Fine Bubble Diffuser, Wastewater Treatment CORRESPONDENCE Name: Khairul Akli E-mail: khairul.akli@poltekatipdg.ac.id PENDAHULUAN Perkembangan industri sawit di Indonesia meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yang ditandai dengan semakin meluasnya areal perkebunan sawit dan produksi yang cukup pesat [1]. Limbah yang dihasilkan dari produksi pengolahan sawit cukup melimpah, baik padat maupun cair, yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga berpotensi menurunkan kualitas air tanah dan air permukaan [2], [3]. Limbah cair industri kelapa sawit disebut Palm Oil Mill Effluent (POME), yang memiliki kandungan kimiawi yang cukup tinggi dan dapat mengubah sifat kimia pada tanah, antara lain pH, unsur hara makro dan kapasitas tukar kation [4], [5]. Limbah cair ini umumnya diperoleh dari produk samping dari proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS) pada unit sterilizer, unit klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon, dengan kandungan bahan organik yang tinggi dan berpotensi merusak air tanah dan permukaan [6]. Salah satu metode yang dianggap efektif untuk pengolahan limbah POME adalah dengan metode aerasi. Metode ini dinilai dapat menurunkan kandungan minyak pada air limbah dan dapat memisahkan minyak dari air, serta parameter kualitas limbah seperti Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Dissolved Solid (TDS) dan Total Suspended Solid (TSS) dapat diturunkan [7]. Proses pengolahan limbah cair POME ini biasanya berlangsung pada kolam terbuka dan cukup luas, dengan waktu kontak yang lama, namun dapat diatasi dengan memanfaatkan pembudidayaan mikroalga Chlorella sp. [8] ataupun dengan sistem lumpur aktif dengan bantuan aerasi sehingga mampu menyediakan oksigen terlarut yang cukup besar dan waktu tinggalnya menjadi lebih singkat [9]. Metode aerasi dapat dinyatakan sebagai salah satu unit operasi dasar pada pengolahan limbah cair, dan dapat dilakukan dengan menggunakan media diffuser, seperti tipe coarse bubble diffuser dan fine bubble diffuser. Coarse bubble diffuser menghasilkan tingkat perputaran