J. Budidaya Pertanian Vol. 12(1): 51-54 Th. 2016 ISSN: 1858-4322 Versi Online: http://ejournal.unpatti.ac.id Hasil Penelitian 51 KAJIAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PALA (Myristica sp.) DI KECAMATAN KAIRATU BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Study on Nutmeg Productivity Pala (Myristica sp.) in Western Kairatu Sub-District, Western Ceram District Herman Rehatta 1,* , Anna Y. Wattimena 1 , dan Falmi Tupamahu 2 1 Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura 2 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Jln. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233 Penulis Korespondensi: e-mail: rehattaherman@gmail.com ABSTRACT Nutmeg crop (Myristica sp.) is one of the local specific commodity in Maluku, besides cloves and already well-known as spice crop. However, problems often faced by farmers are the decline of productivity due to factors such as the age of nutmeg tress, the absence of fertilization, bad plant spacing, minimal control of weeds and pests, and lack of availability of seed technology. This research was conducted in the region of western Kairatu Sub-District, Western Seram District, ie. in the villages of Kamal, Nuruwe, and Lohiatala. The purpose if this study was to determine the productivity of nutmeg in the region. The process of collecting data in the field was conducted by using a survey method. The results showed the number of plants in the Nuruwe village were more than in Kamal and Lohiatala villages with various plants spacing. Keywords: nutmeg, productivity, western Kairatu ABSTRAK Tanaman pala (Myristica sp) merupakan salah satu komoditi spesifik unggulan lokal daerah Maluku selain cengkeh yang sudah terkenal sebagai tanaman rempah. Namun permasalahan yang sering dihadapi petani dalam menurunnya produktivitas pala disebabkan oleh faktor umur tanaman, tidak adanya tindakan pemupukan, jarak tanaman yang tidak tepat, cara pengendalian gulma dan hama penyakit yang minimal, dan kurangnya tersediaan teknologi pembibitan. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten seram Bagian Barat di Desa kamal, Nuruwe dan Lohiatala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas pala di wilayah tersebut. Proses pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tanaman pala di Desa Nuruwe berbeda nyata dengan desa Kamal dan Lohiatala Kata kunci: pala, produktivitas, Kairatu Barat PENDAHULUAN Tanaman pala (Myristica sp.) merupakan salah satu komoditi spesifik unggulan lokal daerah Maluku selain cengkih, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah, lebih khusus kepada masyarakat tani dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Daerah Maluku merupakan salah satu provinsi yang secara geografis merupakan daerah kepulauan yang memiliki daratan yang cukup luas dan cocok bagi pertanian. Salah satu sumber daya alam asal Maluku yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah sub sektor perkebunan. Sampai saat ini Indonesia merupakan Negara pengekspor pala terbesar di pasaran dunia yaitu 75 % dan Granada sebesar 25 % (DPPM, 2007) Tanaman pala memiliki beberapa keuntungan, misalanya biji dan daging buah dapat digunakan untuk bahan makanan, sedangkan fuli diolah menjadi minyak atsiri (Wattimena, 2009). Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan di pasaran dunia, karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Indonesia dan sisanya dipenuhi dari Granada, India dan beberapa Negara penghasil pala lainnya (Marzuki, 2007). Berdasarkan data BPS Maluku 2014, perkembangan potensi pala untuk luas areal maupun produksinya selama lima tahun (2009-2013) tidak mengalami fluktuasi. Namun pada periode tahun (2011- 2012) produksinya meningkat secara signifikan dari 2.700 ton/tahun menjadi 4.622 ton/tahun. Namun, potensi pala di kabupaten Seram bagian barat,