Aulia et al., (2023). Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8 (1b): 647 653 DOI: https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1294 647 Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis POE (Predict Observe Explain) Pada Mata Pelajaran IPS di SDN 2 Lendang Kunyit Nurul Aulia*, Muhammad Tahir, Dyah Indraswati Program Studi PGSD, FKIP, Universitas Mataram, Indonesia *Corresponding Author: nrlaulia2508@gmail.com Article History Received : February 17 th , 2023 Revised : March 18 th , 2023 Accepted : April 14 th , 2023 Abstract: Pendidikan tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar di sekolah yang membutuhkan metode pembelajaran yang efektif serta perangkat pembelajaran yang inovatif. LKPD adalah salah satu dari perangkat pembelajaran yang yang harus dipegang guru pada kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis POE (Predict Observe Explain) yang telah diuji kelayakannya dan mengetahui bagaimana respon siswa terhadap produk tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE, metode pengumpulan data yaitu wawancara dan angket yang terdiri dari angket validasi ahli media dan ahli materi serta angket respon peserta didik. Teknis analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 2 Lendang Kunyit dan objek penelitian adlah LKPD berbasis POE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan LKPD dari ahli media adalah 84% dan kelayakan dari ahli materi adalah 86% serta hasil respon peserta didik pada kelompok kecil adalah 90 % dan kelompok besar 92%. Hasil ini didapatkan melalui angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket respon peserta didik. Keywords: Lembar Kerja Peserta Didik, Predict Observe Explain, SDN 2 Lendang Kunyit. PENDAHULUAN Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik guna untuk memahami berbagai ilmu pengetahuan yang ada (Hidayah, 2018:14). Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, dimana pendidikan tidak terlepas dari kegiatan pembelajaran (Werimon, Siis, 2017:7). Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 20, pada pasal tersebut menerangkan bahwa pada perencanaan pembelajaran yang disusun guru setidaknya harus memenuhi adanya tujuan pembelajaran, penilaian hasil belajar, metode pembelajaran, materi ajar, dan sumber belajar. Jika mengacu pada landasan hukum tersebut maka beberapa perangkat pembelajaran yang seharusnya disusun guru adalah silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, serta LKPD. LKPD adalah salah satu dari perangkat pembelajaran yang dipakai guru pada saat kegitan pembelajaran (Firdaus, 2018). Susanto (2014:3) menjelaskan bahwa kelemahan yang mengakibatkan pemahaman konsep siswa rendah termasuk diantaranya yaitu seorang guru kurang mengamati peserta didik dalam proses pembelajaran, tetapi guru lebih cenderung menggunakan ceramah yang hanya menuntut siswa pada ingatan tanpa membangun pandangan berpikir dalam penyelesaian persoalan yang memungkinkan peserta didik dapat belajar lebih aktif. Guru di SDN 2 Lendang Kunyit masih menggunakan pembelajaran yang berorientasi pada guru. Pembelajaran sehari-hari yang dilakukan oleh guru hanya menggunakan buku-buku dari kemendikbud sebagai sumber belajar. Guru di SDN 2 Lendang Kunyit terkadang menyediakan perangkat pembelajaran berupa silabus, bahan ajar, RPP dan LKPD sederhana. Tugas yang diberikan oleh guru cenderung berupa soal-soal saja dan tidak ada kegiatan pemecahan masalah yang disertakan. Guru di SDN 2 Lendang Kunyit merasa perlu adanya LKPD yang menarik, namun kemampuan guru untuk mengembangkan LKPD tersebut masih belum memadai dengan kurangnya penguasaan teknologi dan tidak tersedianya fasilitas di sekolah seperti printer dan akses ISSN (Print): 2502-7069; ISSN (Online): 2620-8326