Diselenggarakan oleh : LEMBAGA PENELITIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPPM) UNMAS DENPASAR JL. KAMBOJA NO. 11 A KOTA DENPASAR PROVINSI BALI 29 30 AGUSTUS 2016 384 Unmas Denpasar PERSIAPAN DESA CIGALONTANG SEBAGAI DESA TUJUAN WISATA AGROKOMPLEK 1 Marleen Sunyoto, 1 Heni Radiani Arifin, 2 Muhamad Fadli 1 Peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran 2 Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran emhaer@yahoo.co.id ABSTRAK PPM Prioritas di Desa Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan dalam dua perioda, bertujuan untuk membentuk desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki desa tersebut. Langkah yang dilakukan pada semester pertama adalah mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan manusia Desa Cigalontang dan menentukan potensi wisata yang paling diinginkan masyarakat Desa Cigalontang dalam rangka persiapan menuju pembangunan desa wisata. Selanjutnya, pemetaan riil potensi wisata dilakukan sebagai bahan untuk dikerjakan pada semester kedua. Metoda kegiatan terdiri dari survei lokasi, Focus Group Discussion (FGD) dan pembuatan lay out Tata Guna Lahan untuk agro wisata. Hasil yang diperoleh adalah: masyarakat lebih menyadari bahwa mereka memiliki setidaknya 17 potensi wisata di Desa Cigalontang melalui bantuan peta topografi, diantaranya wisata agro, peternakan, wisata air, pemancingan, kerajianan tangan, perkemahan/hicking, track motor, wisata seni pertunjukan, wisata olahraga, pengolahan makanan untuk oleh-oleh, wisata alam, tempat peristirahatan, pijit perbaikan tulang, perikanan, produksi air mineral, produksi biogas, dan kultur budaya. Proritas masyarakat Cigalontang adalah pengembangan agro wisata, dengan jenis tanaman yang paling banyak ditanam adalah pisang dan pepaya. Hasil yang diperoleh pada semester kedua adalah: pemahaman masyarakat tentang perbanyakan tanaman secara kultur jaringan dan penanaman sebanyak 200 pohon pisang dari rumah bibit dan dari hasil pemantauan, setidaknya 95% pohon tumbuh baik, pemanfaatan lahan untuk budidaya berbagai varietas pisang, dan praktek pengolahan membuat saus pisang dan klappertart. Dengan demikian buah pisang tidak hanya dimakan secara langsung tetapi juga dapat diolah menjadi produk baru sehingga meningkatkan harga jual. Kata Kunci: Cigalontang, Tasikmalaya, Desa Wisata, Agrokomplek ABSTRACT PPM Priority (Community Service Priority) at Cigalontang Village, Tasikmalaya Sub District that conducted in two periods, was aimed to establish a village tourism by exploiting the village natural resources. The step in the first semester, was, identifying the potential of natural resources and human resouces of Cigalontang Village and determining the most desirable tourism potency of Cigalontang Village community in preparation towards the construction of a tourism village. Then, mapping of the real potency for tourism was conducted as a material to be done in the second semester. Method of activity comprises site surveys, Focus Group Discussion (FGD) and making the lay out of Land Use for agro- tourism. The results obtained were: the public more aware that they have at least 17 potential of tourism in the Cigalontang village through the help of topographic maps, amongst those