How to cite: Wuisang, Justien R.R. (2021) Studi Tentang Bentuk Sangkal Bahasa Jepang. Syntax Literate. 6(5). http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i5.2736 E-ISSN: 2548-1398 Published by: Ridwan Institute Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398 Vol. 6, No. 5, Mei 2021 STUDI TENTANG BENTUK SANGKAL BAHASA JEPANG Justien R.R.Wuisang Universitas Negeri Manado, Indonesia Email: justienwuisang@unima.ac.id Abstract The form of denial of Japanese is basic mastery with a fairly high frequency of use. So Japanese learners must master the denial form. In Indonesian, the denial form does not have a big role in grammatical structure, but in Japanese it needs special attention and handling because it affects the change in the words it foloows, especially in verbs (dooshi 動詞) and adjectives (keiyooshi形容詞). The emphasis on mastery is more focused on the two types of denial that are mentioned later, namely NAI and MASEN because both of them have the highest frequency of use. This research uses descriptive method with literature study research techniques. So the research data is obtained from various book sources related to the form of refutation. While the type of data is in the form of sentences that contain both nai and masen forms of denial along with their explanations. The collected data are grouped and then described then concluded. Keywords: denial, -nai, -masen Abstrak Bentuk sangkal dalam Bahasa Jepang merupakan penguasaan dasar dengan frekuensi penggunaan yang cukup tinggi. Pembelajar bahasa Jepang wajib menguasai bentuk sangkal. Dalam bahasa Indonesia, bentuk sangkal tidak memiliki peranan yang besar dalam struktur gramatikal namun dalam bahasa Jepang hal ini perlu perhatian serta penanganan khusus karena berpengaruh terhadap perubahan kata yang diikutinya terlebih pada kata kerja (dooshi) dn kata sifat (keiyooshi). Titik berat penguasaan lebih diarahkan pada dua jenis bentuk sangkal yang disebutkan belakangan yakni NAI dan MASEN karena keduanya yang paling tinggi frekuensi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik penelitian studi kepustakaan. Jadi data penelitian diperoleh dari berbagai sumber buku yang berhubungan dengan bentuk sangkal. Sedangkan jenis datanya berupa kalimat-kalimat yang mengandung bentuk sangkal baik masen maupun nai beserta penjelasannya. Data yang terkumpul, dikelompokkan selanjutnya dijelaskan kemudian disimpulkan. Kata Kunci: bentuk sangkal; -nai; -masen; Bahasa Jepang Pendahuluan Salah satu unsur bahasa Jepang yang termasuk dalam tatabahasa (Bunpo) adalah bentuk sangkal atau menyangkal (mizenkei) yang mempunyai arti tidak atau bukan.