This is open access article under the CC-BY-SA license Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/btj/index ISSN: 2722-3043 (online) ISSN: 2722-2934 (print) Vol 5 No 1 2023 Hal 577-584 Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun dari Limbah Minyak Jelantah & Sereh Berbasis Teknologi Ramah lingkungan (Studi Kasus Masyarakat Pesisir Desa Leppe) Satya Darmayani 1* , Tirta Yoga 2 , Lina Indrawati 3 , Nyimas Yanqoritha 4 , dan Pahenra 5 1 Poltekkes Kemenkes Kendari, Kendari, Indonesia 2 Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, Indonesia 3 STIKes Medistra Indonesia, Jakarta, Indonesia 4 Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia 5 Universitas Muhammadiyah Kendari, Kendari, Indonesia *satya.darmayani@gmail.com Abstrak: Kandungan senyawa kimia minyak jelantah memiliki sifat karsinogenik, terbentuk ketika proses penggorengan. Konsumsi minyak jelantah secara kontinu bisa mengganggu kesehatan. Namun apabila minyak jelantah dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah bisa bermanfaat, salah satunya diolah menjadi produk sabun. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dengan mereduksi buangan limbah minyak jelantah ke lingkungan oleh masyarakat pesisir Desa Leppe sehingga resiko pencemaran air tanah bisa dikurangi. Metode yang digunakan yaitu sistem pengolahan limbah untuk mereduksi kedua limbah ini menjadi zero waste industry. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2022. Sasaran kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat Desa Leppe Kec. Soropia. Pengabdian masyarakat ini melalui 3 tahapan yaitu observasi, penyuluhan & pelatihan, serta pemantauan kegiatan evaluasi. Penyuluhan mengenai dampak pembuangan minyak jelantah ke lingkungan yang dilanjutkan dengan praktek membuat sabun dari limbah minyak jelantah serta sereh berbasis teknologi ramah lingkungan. Penyuluhan diawali dengan pemberian pre-test kepada subjek. Penyuluhan diakhiri dengan post-test untuk melihat kedalaman pemahaman subjek target. Indikator pemahaman dievaluasi dari instrumen angket sebelum serta setelah penyuluhan. Trampilnya peserta terlihat dari hasil desain kemasan produk sabun. Mitra yang terlibat pada aktivitas ini yaitu masyarakat pesisir Desa Leppe. Target dari aktivitas pengabdian masyarakat ini yaitu 50 orang masyarakat di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe yang terdiri atas 6 RT dan 3 Dusun. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil, terlihat dari kehadiran masyarakat Desa Leppe, yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang. Sehingga memenuhi sasaran total msyarakat yakni 100% dari yang ditargetkan, yakni: Dusun I (17 orang), Dusun II (17 orang), dan Dusun III (16 orang). Kata Kunci: Minyak Jelantah; Ramah Lingkungan; Sabun; Sereh Abstract: The chemical compounds in used cooking oil have carcinogenic properties, which are formed during the frying process. Continuous consumption of used cooking oil can interfere with health. However, if used cooking oil is thrown away, it can pollute the environment. Used cooking oil can be helpful, one of which is processed into soap products. The purpose of this community service activity is to provide training by reducing the discharge of used cooking oil waste into the environment by the coastal community of Leppe Village so that the risk of groundwater pollution can be reduced. The method used is a waste treatment system to reduce these two wastes into a zero-waste industry. This activity was carried out on November 15, 2022. The target of this activity was 50 people from Leppe Village, Kec. Soropia. This community service goes through 3 stages: observation, counselling & training, and monitoring of evaluation activities. Counselling