SINTAKS: JURNAL BAHASA & SASTRA INDONESIA https://doi.org/10.57251/sin.v3i1.694 © 2023 The Author(s). Published by Medan Resource Center 30 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Common Attribution License (http://creativecommons.org/license/by/4.0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Vol. 3, No. 1, 2023 | 30 - 38 Analisis Kontrastif Dialek Gayo Uken dan Toa Rifa Sabila Utami UMSU, Indonesia, rifasabila88@gmail.com Charles Butar-Butar UMSU, Indonesia, charlesbutar@umsu.ac.id PENDAHULUAN Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa adalah cara berkomunikasi tanpa objek, tetapi melekat pada diri seseorang. Dalam proses komunikasi, seseorang sering menggunakan simbol atau simbol suara/tulisan sebagai medianya. Simbol komunikasi adalah bahasa, simbol, gambar, dan lain-lain. Bahasa berkaitan erat dengan dialek dan aksen, dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan dan keterampilan berbahasa. Bahasa sering digunakan sebagai alat komunikasi sosial di antara orang-orang yang menggunakan bahasa untuk tujuan pendidikan, ekonomi, agama, sosial dan budaya. Suatu bahasa dianggap sebagai lingua franca jika telah berkembang secara luas dan menjadi bahasa pengantar untuk komunikasi antar kelompok masyarakat. Salah satu keragaman budaya tersebut adalah bahasa daerah. Bahasa daerah adalah bahasa yang selain bahasa digunakan sebagai bahasa komunikasi di dalam suatu wilayah atau masyarakat Gayo yang digunakan di sekitar daerah Aceh Tengah. Penggunaan bahasa Gayo di daerah Aceh Tengah tersebar luas diberbagai tempat hal ini menyebabkan dialek atau variasi bahasa. Bahasa Gayo ialah bahasa yang digunakan warga suku Gayo dalam berkomunikasi antar sesama. Penggunaan bahasa Gayo tersebut tersebar pada beberapa (1) Gayo Lut yang mendiami wilayah sekitar danau laut tawar (2) Gayo Deret yang mendiami daerah kecematan Linge (3) Gayo Lues, yang mendiami wilayah Belangkejeren dan Kutacane (4) Gayo Lukup/ serbejadi yang mendiami daerah Aceh Timur (5) Gayo Kalul yang mendiami wilayah-daerah bagian Aceh Timur, kabupaten Aceh Timur sampai pulo tige jaraknya sekitar 14 KM dari Kuala Simpang. Bahasa Gayo digunakan sebagai lambang kebanggaan serta identitas masyarakat gayo sehingga bahasa tersebut dibina dan dikembangkan. Menurut Chaer dan Agustina (2004:63) dalam (Safarah et al.,2017) dialek adalah variasi bahasa berdasarkan penuturnya, yakni variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada satu tempat, wilayah, atau area tertentu. Dialek terdapat dua jenis yaitu dialek geografi serta dialek sosial. Dialek geografi adalah dialek cabang linguistik iyang ibertujuan mempelajari semua gejala kebahasaan secara cermat yang disajikan berdasarkan peta bahasa yang ada, ABSTRACT ARTICLE HISTORY The differences between the Uken and Toa dialects are easily identified in the speakers' daily conversations. Speakers of these two dialects are still easy to understand each other. The difference occurs in some vowel sounds, intonation, some vocabulary, and some greetings in everyday dialogue. The objectives to be achieved in this study are to determine the differences between the Gayo Uken and Toa dialects. The research method used is a qualitative research method, this research was conducted using a descriptive analysis method. The difference in conversation between Uken and Toa people can be seen in terms of their pronunciation in interacting. The difference between the two Gayo dialects is in the form of words that are similar between the gayo uken and toa dialects but have the same meaning and what distinguishes these two dialects is the way they are pronounced. And based on the pronunciation of the Uken and Toa dialects spoken by the community, there are many phoneme variations, each word conveyed produces differences in vowel phonemes and consonant phonemes. Received Revised Accepted Published 20/11/2022 28/11/2022 25/01/2023 25/01/2023 KEYWORDS analysis; constractive; dialect *CORRESPONDENCE AUTHOR rifasabila88@gmail.com