INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 Desember 2022 ISSN 2580 7978 (cetak) ISSN 2615 0794 (online) 279 MEMPERBAIKI PENGHASILAN PETANI TEBU MELALUI PENGELOLAAN USAHATANI YANG LEBIH INTENSIF IMPROVING THE INCOME OF SUGAR CANE FARMERS THROUGH MORE INTENSIVE FARMING MANAGEMENT Endang Suhesti 1) , Andina Mayangsari 2) 1,2 Fakultas Pertanian, Universitas Abdurachman Saleh 1 Email: endang_suhesti@unars.ac.id Abstrak Masalah perkebunan tebu yang dihadapi petani beragam. Menurut Manalu (2012), harga yang ditawarkan pemerintah, tidak cukup untuk memberikan keuntungan yang setimpal dengan usaha petani. Permasalahan tersebut menyebabkan petani merubah haluan dari tujuan produksi tebu yang dipanen guna memperlancar arus perputaran modal khususnya bagi petani dengan kepemilikan lahan dibawah 1 ha. Mitra mendirikan pabrik gula merah yang bertempat di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pabrik gula merah tersebut diberi nama UD Gula Bagus. Saat ini setiap harinya baru bisa memproduksi 1, 3 - 1, 5 ton. Jumlah produksi ini masih tergolong skala kecil. Bahan baku berupa tebu yang dapat diserap baru dua truk tebu. Gula merah dalam bentuk silinder seperti yang diproduksi UD. Gula Bagus tidak memiliki ketahanan mutu sehingga membutuhkan penyempurnaan dalam pengolahan. Permasalahan lain yang dihadapi mitra adalah usaha pembuatan gula merah ini menghasilkan limbah berupa ampas tebu yang cukup banyak setiap harinya. Mitra mendirikan usaha pengolahan nira tebu menjadi gula merah. Peningkatan mutu gula merah dalam bentuk silinder yang diproduksi mitra adalah dengan proses lanjut berupa pembuatan gula merah bubuk atau gula semut (gula awur). Dengan teknik penyimpanan yang tepat, maka gula merah serbuk akan awet dalam penyimpanan hingga 20 tahun. Mitra juga mengembangkan usaha dalam pengolahan limbah pembuatan gula merah. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik. Produk berupa gula semut yang dihasilkan dikemas dengan label yang menarik sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Secara perhitungan bisnis, agroindustri gula merah tebu dapat dikatakan prospektif. Agroindustri gula merah tebu merupakan salah satu agroidustri pilihan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Kata Kunci: Gula merah, Limbah ampas tebu, Agroindutri Abstract Farmers are facing many problems in sugarcane plantations. According to Manalu (2012), the price offered by the government is not enough to provide equitable benefits to farmer's business. These problems cause farmers to change direction from the purpose of harvesting sugar cane to facilitate the flow of capital turnover, especially for farmers with land ownership under 1 ha. Partners set up a brown sugar factory located in Sumberejo Village, Banyuputih District, Situbondo. The brown sugar factory is UD Gula Bagus. Currently, each day it can only produce 1, 3 - 1.5 tons. The amount of production is still relatively small