Bonorowo Wetlands 2 (2): 66-73, December 2012 ISSN: 2088-110X, E-ISSN: 2088-2475 DOI: 10.13057/wetlands/w020203 Analisis jaringan tanaman lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dan pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan bioetanol Analysis of plant tissue of Bruguiera gymnorrhiza and its utilization as raw material for bioethanol production HELMY, AGOES M. JACOEB, PIPIH SUPTIJAH Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Darmaga, Bogor 16680, Jawa Barat Manuskrip diterima: 26 Maret 2012. Revisi disetujui: 19 Juni 2012. Abstract Helmy, Jacoeb AM, Suptijah P. 2012. Analysis of plant tissue of Bruguiera gymnorrhiza and its utilization as raw material for bioethanol production. Bonorowo Wetlands 2: 66-73. The fruits of Bruguiera gymnorrhiza (or locally known as lindur) have a high carbohydrate content potentially used as a source of bioethanol. The purpose of this research was to study the plant tissues of B. gymnorrhiza, utilizing fruit as a bioethanol feedstock and determining the optimum time of fermentation to produce bioethanol. The research was conducted from January to April 2012, in several laboratories at the Bogor Agricultural University, West Java. The study consists of preliminary and main researches. Preliminary research includes characterization of B. gymnorrhiza fruits as raw materials, anatomical analysis, proximate test, starter preparation (culture regeneration and starter of liquid media), fermentation media preparation, nutrient addition, pH adjustment, and pasteurization. Main researche includes making bioethanol, alcohol fermentation, incubation treatment, final pH test, and ethanol content test. The results showed that leaf B. gymnorrhiza was composed of epidermal tissue, sponges, palisade parenchyma and bundle tissue. The stem was composed of epidermal tissue, cortical tissue containing starch granules, and bundle tissue. The fruits were composed of epidermal tissue, cortical tissue containing starch, and carrier tissue. Proximate test of fresh gymnorrhiza fruit showed water content of 62.92%, ash 1.29%, fat 0.79%, protein 2.11%, and carbohydrates 32.91%. The longer the fermentation time causes the lower the final pH. The highest pH value occurred on third day fermentation (XI), 4.41; the lowest was on seventh day fermentation (X3), 3.97. The highest ethanol content was obtained from fifth day fermentation (X2), 3.51%; the lowest level was produced from third day fermentation (XI), 3.01%. Keywords: Bioethanol, Bruguiera gymnorrhiza, plant tissue, raw material PENDAHULUAN Perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, dan polusi adalah masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian bersama. Pertambahan kadar CO2 yang sangat tinggi dari masa ke masa merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan tersebut. Pembakaran kayu dan pemakaian energi fosil yang terus meningkat merupakan faktor utama dari eskalasi kadar gas karbon dioksida diudara. Kondisi seperti itu diperparah oleh penggundulan hutan tropis yang dijuluki sebagai paru-paru dunia, akibatnya polusi semakin meningkat dari waktu ke waktu. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi peningkatan polusi yaitu meminimalkan emisi gas atau bahan bakar dengan penggunaan atau pembuatan bioetanol. Bioetanol adalah etanol (alkohol) yang diproduksi dari proses fermentasi dengan bantuan makhluk hidup. Bahan- bahan yang bisa digunakan sebagai penghasil bioetanol biasanya mengandung karbohidrat, misalnya pati, gula dan selulosa (Caylak et al. 1998). Pembuatan bioetanol dari bahan yang kurang memiliki nilai jual dan kurang bermanfaat akan sangat menguntungkan. Karena selain menambah nilai guna dan nilai ekonomis, kegiatan ini juga merupakan solusi dalam peningkatan produksi campuran bahan bakar yang ramah lingkungan (Qiu et al. 2010). Salah satu sumber hayati yang dapat dikaji sebagai bahan baku dalam pembuatan bioetanol adalah buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza), buah ini adalah salah satu jenis buah dari tumbuhan mangrove yang keberadaannya cukup banyak ditemui di Indonesia. Penyebaran buah lindur yaitu di daerah tropis Afrika Selatan dan Timur, Madagaskar, Asia Tenggara dan Selatan (termasuk Indonesia dan negara di kawasan Malaysia), sampai timur laut Australia, Mikronesia, Polinesia and kepulauan Ryukyu (Duke dan James 2006). Tumbuhan dengan nama famili Rhizophoraceae ini cukup banyak ditemui di pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Buah lindur telah banyak dimanfaatkan di berbagai negara, di pulau Solomon buah ini sering dijadikan sayur dan dijual di pasaran, di Cambodia dijadikan obat malaria bahkan di beberapa Negara, tanaman ini memiliki kandungan pati atau karbohidrat yang sangat besar (Duke dan James 2006). Oleh karena itu, di Indonesia buah ini dijadikan sumber pangan alternatif ketika musim paceklik dan hanya pada sebagian wilayah nusantara. Hal tersebut yang mendasari penelitian ini, untuk memanfaatkan kandungan pati dari buah lindur dalam pembuatan bioetanol yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jaringan tanaman lindur (B. gymnorrhiza), memanfaatkan buah