273 Nugroho et al. / J. Agron. Indonesia 49(3):273-279 Desember 2021 * Penulis untuk korespondensi. e-mail: muhsyukur@apps.ipb. ac.id ISSN 2085-2916 e-ISSN 2337-3652 Tersedia daring http://jai.ipb.ac.id J. Agron. Indonesia, Desember 2021, 49(3):273-279 DOI: https://dx.doi.org/10.24831/jai.v49i3.38448 PENDAHULUAN Cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Tingkat konsumsi cabai sangat dipengaruhi oleh preferensi konsumen yang menilai produk berdasarkan penampilan luar, kesegaran, rasa, dan aroma (Adiyoga dan Nurmalinda, 2013). Menurut Kusandriani (1996), konsumen lebih menyukai buah cabai berwarna merah dengan ukuran sedang serta permukaan kulit yang rata dan halus. Sementara itu masyarakat di Sumatera Barat umumnya lebih menyukai buah cabai dengan permukaan kulit yang bergelombang (keriting) karena cabai keriting memiliki rasa yang lebih pedas (Ekaputra et al., 2018). Varietas Lingga merupakan salah satu varietas unggul cabai yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian dengan potensi hasil Analisis Keragaman Genetik Karakter Morfologi Populasi M2 Cabai Hasil Iradiasi Sinar Gamma Genetic Analysis of Chili Pepper M2 Population from Gamma Irradiation Treatment Based on Morphological Characters Kristianto Nugroho 1,2 , Trikoesoemaningtyas 3 , Muhamad Syukur 3* , dan Puji Lestari 4 1 Program Studi Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor 2 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jl. Tentara Pelajar 3A, Cimanggu Bogor 16111, Indonesia 3 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia 4 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Jl. Raya 9 Sukamandi, Subang 41256, Indonesia Diterima 22 November 2021/Disetujui 23 Desember 2021 ABSTRACT Mutation is a useful technique that could be used to increase genetic variability of chili as a basis for developing new improved varieties. The aim of this study was to analyze the genetic variability of M2 population derived from gamma irradiation based on morphological characters. The analysis was conducted through estimation of genetic variability, broad- sense heritability, and also path analysis to see which characters have a direct and indirect effect on the yield. As many as 350 M2 plants were evaluated for their morphological characters at the ICABIOGRAD experimental field in Bogor from August 2020 to January 2021. The results showed that harvest period and canopy width had a broad genetic variability in M2 population. Several quantitative characters such as fruit length, fruit diameter, weight per fruit, leaf length, leaf width, and canopy width showed high broad-sense heritability values. Path analysis showed that there were two characters namely stem diameter and canopy width with the highest direct effect on the yield. Keywords: correlation, genetic variance, heritability, induced mutation, path analysis ABSTRAK Mutasi merupakan teknik untuk meningkatkan keragaman genetik sebagai modal dasar perakitan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keragaman genetik populasi M2 cabai hasil iradiasi sinar gamma berdasarkan karakter morfologi. Analisis keragaman genetik dilakukan melalui pendugaan ragam genetik, heritabilitas arti luas, serta sidik lintas karakter-karakter yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap hasil. Sebanyak 350 tanaman M2 dievaluasi karakter morfologinya di Kebun Percobaan BB Biogen Bogor pada bulan Agustus 2020 hingga Januari 2021. Hasil analisis menunjukkan nilai keragaman genetik yang luas pada populasi M2 diperoleh pada karakter umur panen dan lebar tajuk. Nilai heritabilitas arti luas yang tinggi terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah, bobot per buah, panjang daun, lebar daun, dan lebar tajuk. Sementara itu sidik lintas menunjukkan terdapat dua karakter yang memiliki nilai pengaruh langsung yang besar terhadap hasil yaitu diameter batang dan lebar tajuk. Kata kunci: heritabilitas, induksi mutasi, korelasi, ragam genetik, sidik lintas