Jurnal Ilmu Manajemen Volume 8 Nomor 4 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya 2020 1301 PENGARUH PROFITABILITAS DAN RISIKO BISNIS TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO MELALUI LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Nadya Fernanda Salsabilla Universitas Negeri Surabaya nadyafernanda.s@gmail.com Yuyun Isbanah Universitas Negeri Surabaya yuyunisbanah@unesa.ac.id Abstract Dividend policy is a decision in which a company to determine the level of profit to be retained and the level of profits distributed as dividends to shareholders. This research aims to analyze the influence of profitability and business risk on dividend payout ratio with liquidity as moderating variable in Property, Real Estate, and Building Construction sector companies that is listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2015-2018 period. The type of this research is a quantitative research and uses secondary data from the annual report on IDX. The sample of this research is 18 companies chosen by purposive sampling method. The data analysis technique used is multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA). The results show that profitability has a positive effect on the dividend payout ratio because companies can utilize assets optimally to increase profits. Business risk harms the dividend payout ratio because companies choose to strengthen the capital structure and develop the companies by utilizing profits and investments to reduce business risk. After all, debt cannot always be expected. Liquidity can moderate the relationship between profitability and business risk on dividend payout ratios because liquidity is a consideration to dividend distribution so that it can increase the number of dividends distributed. Keywords: business risk; dividend payout ratio; liquidity; profitability. PENDAHULUAN Dividen merupakan bagian penting dalam suatu perusahaan karena memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Return yang tinggi pasti diinginkan oleh investor atas investasi yang dilakukannya. Apabila dividen yang dibagikan kecil, saham perusahaan menjadi tidak menarik lagi bagi investor (Halim, 2016). Hal ini menjadikan dividen sebagai salah satu pertimbangan dalam berinvestasi bagi para investor. Kebijakan dividen harus dilakukan dengan optimal untuk menciptakan kesejahteraan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan investor. Dividend payout ratio menunjukkan besaran pembagian dividen atas laba bersih perusahaan. Dividen menggambarkan seberapa efisien perusahaan dalam pemanfaatan sumber keuangan perusahaan serta kemampuannya dalam menghasilkan keuntungan (Khan & Ashraf, 2014). Kebijakan dividen juga bisa digunakan sebagai sinyal finansial perusahaan pada investor luar bahwa keadaan perusahaan sedang stabil serta memiliki prospek yang baik (Nwude & Agbo, 2017). Gambar 1 menunjukkan rata-rata pembagian dividend payout ratio pada sembilan sektor BEI periode 2015-2018. Pada grafik di atas, terdapat delapan sektor yang mengalami fluktuasi kecuali sektor property, real estate, and building construction yang konsisten meningkat setiap tahunnya. Pada sektor tersebut rata-rata pembagian dividend payout ratio periode 2015-2018 secara berturut-turut yaitu sebesar 23,92%, 27,71%, 28,00%, dan 67,42%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2018 persentase rumah tangga yang memiliki akses hunian layak dan terjangkau di perkotaan tahun 2015 adalah 97,68% dan tahun 2018 menjadi 98,55% atau naik sebesar 0,87%. Sementara itu, presentase rumah tangga yang memiliki akses hunian layak dan terjangkau di pedesaan tahun 2015 sebesar 87,99% dan tahun 2018 menjadi 92,26% atau naik menjadi 4,27%. Hal ini disebabkan gencarnya pembangunan infrastruktur yang berdampak pada kinerja perusahaan konstruksi milik negara serta pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi