BAHASTRA Vol. 39 No. 2 Tahun 2019 | 92 101 http://dx.doi.org/10.26555/bahastra.v39i2.14365 email: bahastra@pbsi.uad.ac.id UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN BAHASTRA http://journal.uad.ac.id/index.php/BAHASTRA Folklor lisan Dendang Malam Bimbang Gedang Tepuk Tari dalam adat perkawinan kota Bengkulu Eli Diana a, 1* , Dhanu Ario Putra b, 2 a Universitas Dehasen b Universitas Dehasen 1 elidiana@unived.ac.id , dhanryu@unived.ac.id *korespondensi penulis Copyright © 2019 Universitas Ahmad Dahlan. All Right Reserved Pendahuluan Karya sastra berkembang pesat seiring dengan berkembangnya fenomena-fenomena yang muncul dalam kehidupan manusia. Ungkapan perasaan dan pikiran tertuang bebas dalam karya sastra, baik secara tertulis maupun lisan. Sastra lisan (Literature transmitted orally atau unwritten literature) merupakan jenis karya sastra yang penyebarannya meluas dari mulut ke mulut atau secara turun temurun yang berbeda dari sastra tulis yang tersebar secara tertulis atau cetak (Astika, 2014). Sastra lisan (folklore) merupakan sastra verbal yang merupakan gambaran budaya suatu masyarakat atau komunitas secara tradisional yang tidak diketahui siapa pengarangnya secara pasti. Folklor lisan ini dapat berupa nyanyian-nyanyian tradisional, legenda, dongeng, sindiran, teka-teki, pantun, dan sastra lisan warisan budaya lainnya. Folklor lisan erat kaitannya dengan kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah merupakan sumber lahirnya folklor lisan yang menggambarkan corak dan Informasi artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima Revisi Dipublikasikan 19 Juni 2019 15 Agustus 2019 30 Oktober 2019 Dendang merupakan salah satu sastra lisan masyarakat kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dendang Tepuk Tari dalam adat perkawinan kota Bengkulu, bentuk, fungsi, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik rekaman, wawancara, menyimak, dan mencatat. Informan ditentukan dengan menggunakan snowball sampling. Data utama dalam penelitian ini adalah syair dendang yang diambil dari video rekaman dendang dan dilengkapi dengan hasil wawancara dengan beberapa informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dendang ini tidak hanya berupa nyanyian dan musik tradisional, melainkan dikolaborasikan dengan tujuh tarian adat kota Bengkulu yang menyerupai gerakan-gerakan dalam pencak silat. Syair yang digunakan terdiri dari: 1) pantun biasa, dan 2) talibun yang dilakukan dengan cara saling berbalas- balasan antar pemain menggunakan bahasa Bengkulu dan menggambarkan kehidupan masyarakat Bengkulu. Dari hasil analisis data (syair), dendang ini berfungsi sebagai; 1) sarana hiburan, 2) bentuk jati diri masyarakat, 3) kritik sosial, dan 4) sarana mendidik serta memiliki nilai: 1) filosofis, 2) religi, dan 3) sosiologis. Kata kunci: Folklor Lisan Adat Perkawinan Dendang ABSTRACT Key word: Oral Folklore Marriage Customs Dendang Dendang is one of the oral folklores of Bengkulu city. This study aims to describe dendang Tepuk Tari in the marriage customs of Bengkulu city, the form, function, and values. The method used in this research is descriptive qualitative method using recording techniques, interviews, listening, and taking notes and the Snowball sampling technique. The main data in this study are the chanting poems taken from the video footage that was sung and equipped with the results of interviews with several informants. The results of this study indicate that the dendang is not only in the form of traditional songs and music, but is collaborated with seven traditional dances that resemble the movements in pencak silat. The poetry used consists of: 1) regular rhymes, and 2) talibun that are performed by means of reciprocating between the players using Bengkulu language and describing the lives of Bengkulu people. From the results of data analysis (poetry), this dendang functions as; 1) means of entertainment, 2) forms of community identity, 3) social criticism, and 4) means of educating and having values: 1) philosophical, 2) religious, and 3) sociological.