JURNAL ILMIAH WIDYA SOSIOPOLITIKA E-ISSN 2685-4570 86 PENGUATAN ODHA TRANSPUAN KOTA DENPASAR DAN BULELENG DALAM KESEHATAN MASYARAKAT PEDULI WARIA Nazrina Zuryani 1 Putu Nomy Yasintha 2) M Adityanandana 3) Ni Made Anggi Sastri Mahadewi 4 Ni Luh Nyoman Kebayantini 5 Gede Kamajaya 6 1,2,3,4,5 Universitas Udayana , 1 nazrinazuryan@unud.ac.id ABSTRAK Workshop penguatan ODHA Transpuan ini berangkat dari permasalahan diskriminasi yang acap kali menimpa kelompok LGBT dan ODHA. Transpuan atau lebih dikenal sebagai waria adalah transfer gender dari jenis kelamin pria kepada perempuan. Mereka sering kali malu atau dipermalukan untuk berkiprah di masyarakat {terutama bagi ODHA (Orang dengan HIV/Aids)}. Di kota Singaraja telah terbentuk Wargas, yaitu organisasi Transpuan yang aktif mengembangkan modal sosial dan modal kulturalnya di masyarakat. Kota Denpasar memiliki tiga unit lembaga resmi penjangkau ODHA yaitu Gaya Dewata, Yayasan Kerti Praja dan Spirit Paramacita. Jumlah Transpuan dengan ODHA di Kota Denpasar diperkirakan 40 orang dan di Kota Singaraja diperkirakan 11 orang. Mereka perlu diproteksi dari stigma masyarakat dalam wadah jangkau yang lain dan bersifat sosial kemasyarakatan agar pola komunikasi mereka lebih kondusif dan masyarakat lebih menerima eksistensi mereka. Pelatihan tata rias Tengkuluk Lelunakan selama 5 jam terlaksana dengan menghadirkan kelompok Warcan dan Perwaron di Salon Agung pada anggal 13 Juli 2019. Ibu Agung sebagai pemilik salon yang terkenal dengan Payas Agung dan Tengkuluk Lelunakan telah memfasilitasi mereka untuk belajar tata rias tengkuluk lelunakan. Kelompok waria kota Denpasar difasilitasi untuk tampil dalam acara budaya atau festival lainnya, seperti yang sudah dilakukan oleh Wargas di kota Singaraja. Namun korespondensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di ruang kerja dan dengan Pemrakarsa Sanur Village Festival di hotel Griya Santrian belum membuahkan hasil. Workshop tengkuluk lelunakan bagi ODHA transpuan bertujuan agar masyarakat menerima mereka dan akhirnya mampu mendapatkan akses berbagai fasilitas untuk tampil di area publik utamanya dalam festival di kota Denpasar. Kata kunci: Transpuan, ODHA, diskriminasi LGBT, Denpasar, Singaraja ABSTRACT This workshop on strengthening Transwomen with HIV/Aids (ODHAT) started from the issue of discrimination that often afflicts the LGBT and ODHATgroups. Transgender women or better known as waria are gender transfers from male to female. They are often embarrassed or humiliated to take part in society {especially for ODHA (People with HIV/Aids)}. In the city of Singaraja, Wargas have been formed as Transwomen organization that is actively developing their social and cultural capital in the community. Denpasar City has three units of official outreach institutions for LGBT, namely Gaya Dewata, Kerti Praja Foundation and Spirit Paramacita. The number of Transwomen with ODHA in Denpasar City is estimated at 40 people and in Singaraja City it is estimated at 11 people. They need to be protected from the stigma of society in other reachable and social media so that their communication patterns are more conducive and the community is more accepting of their existence. The 5-hour Tengkuluk Lelunakan make-up training was carried out by presenting the Warcan and Perwaron groups at Salon Agung on July 13, 2019. Ibu Agung as a salon owner who is famous for Payas Agung and Tengkuluk Lelunakan has facilitated them to learn tengkuluk lelunakan make-up. Denpasar city transgender groups are facilitated to perform in cultural events or other festivals, as has been done by Wargas in Singaraja city. However, correspondence with the Head of the Bali Provincial Culture Service in the office and with the initiator of the Sanur Village Festival at the Griya Santrian hotel has not produced results. The tengkuluk Lelunakan workshop for transwomen with ODHA aims to make the community accept them and finally be able to get access to various facilities to perform in public areas, especially in festivals in the city of Denpasar. Keyword: transwomen, ODHAT, LGBT discrimination, Denpasar, Singaraja