E-DIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 13(2), 216-221 ISSN 2087-3565 (Print) dan ISSN 2528-5041 (Online) Available Online at http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas 216 PKM Inovasi Teknologi Kandang Ayam Ras untuk Peternak Kecil dan Rumahan di Sumedang Novan Bayu Nugraha 1 , Yusfita Yusuf 2 1 Jurusan Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, STKIP Sebelas April Sumedang 2 Jurusan Pendidikan Matematika, STKIP Sebelas April Sumedang 1 novan_bayu@yahoo.com Received: 12 September 2019; Revised: 23 Juli 2020; Accepted: 28 Februari 2022 Abstract Broiler farms in Sumedang Regency have a high population, types of cages that are widely used are conventional cages owned by small scal breeders. Conventional cages have several problems related to seasonal changes, the availability of husks for the base, and heating that uses a lot of gas which affects the performance of chickens. The results of this service have the aim to overcome the problems of small farmers by innovating in the form of technology application in cages, cages designed to use lamps as heaters, enclosures and controlled air circulation so that the air remains clean, and does not require husks by selecting hollow flooring material. so the dirt will separate. The cage design was then built, with a population of 100 chickens divided into 4 cages, with a density of 25 cages / m2. During the maintenance period using an innovation cage, assistance was provided until chickens were harvested, chickens were harvested at the age of 30 days, obtained an average weight of 1.483 kg with a FCR of 1.501 and a mortality rate of 5%. The results of the innovation cage can overcome the problems of farmers and can be used for narrow land. Keywords: service; small breeders; cage innovations Abstrak Peternakan ayam ras pedaging di Kabupaten Sumedang memiliki populasi yang tinggi, jenis kandang yang banyak digunakan adalah kandang konvensional yang dimiliki peternak skal kecil. Kandang konvensional memiliki beberapa masalah terkait perubahan musim, ketersedian sekam untuk alas, dan pemanasan yang banyak menggunakan gas yang berpengaruh pada performa ayam. Hasil dari pengabdian ini memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan peternak kecil dengan melakukan inovasi berupa penerapan teknologi pada kandang, kandang di disain untuk menggunakan lampu sebagai pemanas, kandang tertutup dan sirkulasi udara dikendalikan sehingga udara tetap bersih, dan tidak memerlukan sekam dengan pemilihan material lantai yang berlubang sehingga kotoran akan terpisah. Disain kandang selanjutnya dibangun, dengan populasi ayam sebanyak 100 ekor yang terbagi menjadi 4 kandang, dengan kerapatan kandang adalah 25 ekor/m 2 . Selama masa pemeliharaan menggunakan kandang inovasi dilakukan pendampingan sampai ayam dipanen, ayam dipanen saat berusia 30 hari, didapatkan bobot rata-rata 1,483 kg dengan FCR 1,501 dan tingkat kematian 5%. Hasil tersebut kandang inovasi dapat mengatasi permasalahan peternak dan dapat digunakan untuk lahan sempit. Kata Kunci: pengabdian; peternak kecil; inovasi kandang