Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2, September 2019 p-ISSN: 2355-5785 http://journal.uin-alauddin.ac.id/indeks.php/PendidikanFisika e-ISSN: 2550-0325 Page | 149 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMECAHAN MASALAH FISIKA PADA SISWA SMA Cahaya Sukma Putri, Feriansyah Sesunan, Ismu Wahyudi Universitas Lampung, Lampung, Indonesia, cahayasukmaputri98@gmail..com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran creative problem solving (CPS) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah fisika siswa pada materi karakteristik gelombang mekanik. Model penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control grup design with non-equivalent, serta sampel penelitian yaitu 60 siswa kelas XI SMA Negeri 4 Bandarlampung dipilih dengan teknik stratified random sampling. Pengaruh model CPS dapat dilihat dari hasil analisis n-gain, hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah siswa pada kedua kelas dengan rata-rata kemampuan kreatif berbeda mengalami peningkatan berkategori sedang dengan n-gain kelas A sebesar 0,39 dan kelas B seebesar 0,47 serta pengaruh CPS dapat dilihat dari hasil analisis effect size sebesar 0,50 yang berkategori rata-rata. Kata kunci: Creative Problem Solving; Kemampuan Berpikir Kreatif; Pemecahan Masalah. PENDAHULUAN Sekarang kita berada pada abad ke-21, pada abad ini tujuan pendidikan bukan hanya menghasilkan outcome hasil belajar saja yang baik, tetapi lebih mengedepankan berbagai keterampilan kepada siswa. Menurut Zubaidah (2016) kehidupan di abad ke-21 menuntut berbagai keterampilan yang harus dikuasai seseorang, keterampilan-keterampilan penting tersebut yaitu komunikasi, elaborasi, berpikir kritis dan berpikir kreatif yang perlu dikembangkan dalam kegiatan belajar. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghasilkan outcome peserta didik yang sesuai dengan tuntutan di abad ke-21 adalah pengimplementasian kurikulum 2013, yaitu sebuah kurikulum yang terpadu sebagai sistem atau pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif sehingga memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta didik. Tujuan dari kurikulum 2013 menurut Permendikbud No. 69 Tahun 2013 adalah mempersiapkan kemampuan hidup sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Tujuan pendidikan pada kurikulum 2013 sesuai dengan tututan abad 21 yang lebih mengedepankan berbagai keterampilan siswa melalui perubahan pola pembelajaran pasif menjadi aktif-mencari. Hubungan antara keterampilan abad 21 dengan kurikulum 2013 dibangun melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sesuai dengan paparan wakil menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia menyatakan bahwa setiap pembelajaran dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kreativitas siswa. Salah satu pendekatan saintifik yang dilakukan adalah pemecahan masalah, dalam usaha memecahkan masalah tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan berpikir kreatif yang dibutuhkan atas masalah tersebut. Sugandi (2010) mengatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemandirian belajar. Keterkaitan antara tuntutan abad 21 dengan keterampilan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah sangat erat, sehingga pembelajaran sains terutama fisika harus dapat mengimplementasikan pembelajaran berbasis pemecahan masalah secara kreatif sesuai dengan pembelajaran pada kurikulum 2013 yaitu menggunakan pendekatan saintifik. Pada proses pembelajaran guru memberikan kesempatan yang besar kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar berupa mengkontruksi, memahami dan menerapkan konsep dalam menghadapi berbagai masalah pembelajaran dan masalah dalam kehidupan sehari-hari (problem solving). Melalui pembelajaran berbasis