TASTRA ET AL.: MENUJU SWASEMBADA KEDELAI 47 Menuju Swasembada Kedelai Melalui Penerapan Kebijakan yang Sinergis I K. Tastra, Erliana Ginting, dan Gatot S.A. Fatah Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Jl. Raya Kendalpayak km 8, Kotak Pos 66 Malang 65101 Email: iktastra@yahoo.com Naskah diterima 12 Juni 2011 dan setuju diterbitkan 13 Maret 2012 ABSTRACT Strategy to Achieve Soybean Self-sufficiency Through Implementation of Synergic Policies. As a protein source and functional food, soybean has a strategic value in supporting sustainable national food security. Currently, domestic soybean production is only 32% of the national needs, while the balance is imported. Therefore, the improvement of soybean national production system as a sub-system of national food security is essential. The first step to improve the performance of soybean production system is to identify the main succeptible parameters that would dictate the sustainability of soybean production system leading to self- sufficiency. Strategic improvement of soybean production system should be performed through simultaneously empowering all parameters of component technologies so that the sinergic impacts can be gained by farmers as producers, processors/industries and users and consumers. However, this strategy needs support and appropriate policies from the government through reposition of BULOG (National Logistic Agency) function in soybean trade arrangement as well as providing price insentive to both farmers and soybean food processors in case of price fluctuation. This is similar to protection mechanism performed by some developed countries to their farmers. Using a simulation model, 15 scenarios are obtained to suit different agroecosystem of soybean producing areas leading to soybean self-sufficiency in 2015. Based on verification of this model using soybean production figures from 2009 to 2010, scenario 4 is selected which consists of a combination input of extended area program (15% per year), increase in productivity, population and soybean consumption ( 4%, 1.5% and 1.0% per year, respectively) and decrease of postharvest losses (2%). Key words: Soybean, production system, self-sufficiency, sinergic policies ABSTRAK Kedelai sebagai sumber protein dan pangan fungsional mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Saat ini produksi kedelai nasional hanya dapat memenuhi 32% dari kebutuhan dalam negeri, sedang sisanya harus diimpor. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja sistem produksi kedelai sebagai subsistem ketahanan pangan nasional merupakan suatu keharusan. Langkah awal dari upaya peningkatan kinerja tersebut adalah mengidentifikasi parameter sistem produksi kedelai yang paling peka menentukan keberlanjutan sistem produksi menuju swasembada kedelai. Selanjutnya, strategi peningkatan kinerja sistem produksi nasional dilakukan melalui pemberdayaaan semua parameter komponen teknologi produksi kedelai secara simultan agar dampak sinergisnya nyata di tingkat subsistem petani sebagai produsen dan subsistem industri pengolahan sebagai pengguna serta konsumen. Untuk menerapkan strategi ini perlu komitmen dan kebijakan sinergis yang tepat dari pemerintah dengan mengembalikan fungsi BULOG dalam tata niaga kedelai dan memberikan insentif harga kepada petani dan pengrajin olahan kedelai bila terjadi fluktuasi harga, analog dengan negara maju yang memberlakukan proteksi harga terhadap petaninya. Dengan menggunakan model simulasi sistem dinamik swasembada kedelai, diperoleh 15 skenario menuju swasembada kedelai yang sesuai dengan agroekosistem daerah yang pernah menjadi sentra produksi kedelai. Berdasarkan verifikasi model simulasi menggunakan data produksi kedelai nasional tahun 2009-2010, terpilih skenario swasembada kedelai nomor 4, yang terdiri dari kombinasi input program perluasan areal (PPA) 15%/tahun, laju peningkatan produktivitas (LAJUY) 4%/tahun, sasaran pengurangan hasil pascapanen (KHKDL) 2%, laju peningkatan jumlah penduduk (KB) 1,5%/tahun, dan laju peningkatan konsumsi kedelai (LAJUK) 1,0%/tahun. Kata kunci: Kedelai, sistem produksi, swasembada, kebijakan sinergis