J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 11 (1), 2019 ISSN : 2085-2517, e-ISSN: 2460-6340 15 Karakterisasi Respon Sensor Flex pada Pergerakan Jari Berdasarkan Sudut kemiringan 1 Muhammad Arifin *) , 1 Ulfah Nadiya, 1 Artha Ivonita Simbolon 1 Novan Agung Mahardiono & 1 Irwan Purnama 1 UPT Balai Pengembangan Instrumentasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia muha208@lipi.go.id *) Abstrak Sensor flex sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi perubahan pergerakan jari, namun nilai perubahan sensor tersebut belum tentu berbanding lurus dengan perubahan pergerakan jari. Dalam artikel ini akan membahas penggunaan dua sensor untuk mengetahui respon pergerakan jari, yaitu dengan sensor flex dan sensor IMU. Sensor flex diletakkan pada area metacarpal hingga distal phalange. Pada area proximal phalange dan distal phalange diletakkan sensor IMU untuk mendeteksi sudut yang dibentuk pada gerakan jari. Informasi tersebut digunakan sebagai acuan untuk melihat respon resistansi sensor flex pada titik sudut yang sama saat jari melakukan pergerakan menekuk. Hasil percobaan pada pengujian sensor flex didapatkan bahwa gerakan untuk membuka dan menggenggam pada semua jari memberikan respon pola yang sama namun terdapat perbedaan resistansi diperulangan dan didapatkan ∆R rata-rata sebesar 0.12%. Dengan melakukan pengamatan pada dan , dapat diketahui respon resistansi sensor flex pada masing-masing sudut tekuk tiap jari. Dengan pengamatan pada , dan sensor flex, maka pendeteksian pergerakan jari akan menjadi lebih presisi. Kata Kunci: Deteksi Jari, Sensor Flex, Sensor IMU, metacarpal, proximal phalange, distal phalange, 1 Pendahuluan Deteksi perubahan dan tingkat akurasi menjadi informasi penting untuk mengontrol suatu objek. Pergerakan jari memiliki sudut dan derajat kebebasan yang banyak, sehingga memiliki informasi yang luas dan dapat diaplikasikan pada berbagai bidang. Apabila didapatkan informasi yang tidak sesuai dengan pergerakan jari, maka akan menimbulkan permasalahan pada sistem yang akan dikontrol. Berbagai sistem metode dan yang dapat digunakan untuk mendeteksi suatu perubahan pergerakan pada jari dapat menggunakan sensor citra seperti kamera (RGB) [1], Sensor Kinect (RGB-D) [2], Leap Motion [3], dan sensor fisik seperti sensor flex [4-6], sensor EMG [7]. Pengembangan pendeteksian jari menggunakan kamera dapat menggunakan perbedaan warna objek. Dengan adanya sensor infra merah tambahan, maka akan didapatkan informasi kedalaman objek(Depth) seperti pada sensor kinect dan leap motion. Akan tetapi penggunaan sensor citra untuk mendeteksi gerakan jari memiliki kekurangan pada tingkat kepresisian sudut pergerakan jari. Selain itu, objek yang akan dijadikan informasi memiliki keterbatasan gerak pada pengguna. Pada leap motion memiliki sudut baca tangkap kamera sebesar 140 o dan daerah interaksi pembacaan sensor sebesar 147mm x 235 mm. Perubahan gerakan jari di luar daerah interaksi itu tidak akan terbaca oleh leap motion [3].