PEMODELAN SEBARAN POLUTAN UDARA AKIBAT AKTIVITAS PLTD TELLO KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL DISPERSI GAUSS MODELING THE DISTRIBUTION AIR POLLUTANT DUE TO ACTIVITIES OF PLTD TELLO IN MAKASSAR CITY USING GAUSS DISPERSION MODEL. 1) Muhammad Arief Fitrah Istiyanto Aslim, 2) Nasrul Ihsan, 3) Ahmad Yani Universitas Negeri Makassar Kampus UNM Parangtambung Jln. Daeng Tata Raya, Makassar, 90224 1) e-mail : arief.fitrah.aslim@gmail.com Abstract. Modeling The Distribution Air Pollutant Due To Activities Of Pltd Tello In Makassar City Using Gauss Dispersion Model. The aim of this research are to produce a model of air pollutant distribution and predict the concentration of pollutants caused by activities of PLTD Tello in Makassar city. The distribution of pollutant is modeled using Matlab program with a distibution area of 3000 meterfrom the source of pollutants. The result showed that the largest maximum CO concentration was produced from September to December with a concentration value is 9,5 μg/m 3 for daytime which is located 900 meters from the source of pollutants, while at night from August to December with a concentration value is 5,3 μg/m 3 which is located 2900 meters from the source of pollutants. Pollutants are dispersed farter with maxiumum conentration smaller at night than during the day because the stability of the atmosphere at night is more stable, causing the pollutants to be dispersed further and more evenly. Atmospheric stability at night in 2017 is generally neutral and slightly stable, while during the day it is generally unstable and slightly unstable. Keywords : Gauss Dispersion Model, Carbon Monoxide, Air Pollutant, Diesel Power Plant. Abstrak. Pemodelan Sebaran Polutan Udara Akibat Aktivitas Pltd Tello Kota Makassar Menggunakan Model Dispersi Gauss. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model sebaran polutan udara dan memprakirakan konsentrasi polutan yang diakibatkan oleh aktivitas PLTD Tello Kota Makassar. Sebaran polutan dimodelkan menggunakan program Matlab dengan batasan wilayah sebaran sejauh 3000 meter dari sumber polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum CO yang terbesar dihasilkan pada bulan September hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 9,5 μg/m 3 untuk siang hari yang terletak sejauh 900 meter dari sumber polutan, sedangkan pada malam hari dari bulan Agustus hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 5,3 μg/m 3 yang terletak sejauh 2900 meter dari sumber polutan. Polutan pada malam hari terdispersi lebih jauh dengan konsentrasi maksimum yang lebih kecil dibanding siang hari dikarenakan stabilitas atmosfer pada malam hari lebih stabil sehingga menyebabkan polutan terdispersi secara lebih jauh dan lebih merata. Stabilitas atmosfer pada malam hari di tahun 2017 umumnya netral dan sedikit stabil, sedangkan pada siang hari umumnya tidak stabil dan sedikit tidak stabil. Kata kunci : Model Dispersi Gauss, Karbon Monoksida, Polutan Udara, PLTD PENDAHULUAN Pencemaran udara merupakan masalah kota-kota besar (Achmad, 2011). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (2016) menunjukkan bahwa beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Riau, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan beberapa daerah lainnya mengalami pencemaran udara. Makassar merupakan daerah yang mengalami pertambahan jumlah penduduk tiap tahun yang tercatat sebanyak 1.489.011 orang di tahun 2017 (Badan Pusat Statistik Kota Makassar, 2018). Dampak pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan sarana transportasi dan aktivitas perkotaan seperti industri yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Menurut Soedomo (2001), pencemaran udara merupakan masuknya zat pencemar ke dalam udara yang disebabkan secara alamiah atau aktivtias manusia. Sumber pencemar udara dapat berasal dari industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) Jilid 15, Nomor 1. April 2019 Hal: 36 - 44 ISSN Cetak: 1858-330X dan ISSN Online: 2548-6373 Website:http://ojs.unm.ac.id