Agripet Vol 10, No. 2, Oktober 2010 16 Pengaruh Pengurangan Jagung Sebagai Sumber Pati terhadap Laju Alir Pellet Pada Proses Produksi Berkesinambungan (The effect of reduction of maize as starch source on flow rate of pellet in continous production process) Yuli Retnani 1 , Reani Syafrina Rachman 1 dan Heri Ahmad Sukria 1 1 Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor ABSTRACT This experience was conducted to determine effect of reduction of maize as starch source on flow rate of pellet in continuous production process. Design of the experiment used was a completely randomized design with 3 treatments and 3 replicates. The data is analyzed by using of ANOVA and if there is a significance among treatments would tested using by contrast orthogonal. The variables observed were angle of repose, loose bulk density, compacted bulk density, and flow rate. The results showed that the reduction of maize as starch source did not give the significant effect on the variable that observed. The analized angle of repose showed variation 24.20 0 to 25.69 0 , loose bulk density showed variation 621.6kg/m 3 to 658kg/m 3 , compacted bulk density showed variation 668.3kg/m 3 to 676.8kg/m 3 , and flow rate showed variation 449.69kg/minute to 491.41kg/minute. Based on the result that the reduction of maize as starch source (corn, sorghum, menir) did not give the significant effect on flow rate of pellet and the pellet treatment with menir has the fastest pellet production time so flowability pellet from pelleter to material hadling (bucket elevator) machine is faster. As higher the values of flow rate, so the time of material movement from bin to the package is shorter. Key words : pellet, flow rate, sorghum, broken rice and continuous production process. 2010 Agripet : Vol (10) No. 2: 16-20 PENDAHULUAN 1 Bahan perekat diperlukan untuk mengikat komponen-komponen bahan pakan agar mempunyai struktur yang kompak sehingga tidak mudah hancur dan mudah dibentuk selama proses pembuatannya. Salah satu contoh bahan perekat alami yang dapat digunakan dalam pakan adalah pati. Pati terdapat pada bahan-bahan sumber karbohidrat seperti jagung, sorgum dan menir. Sorgum sebagai bahan pakan mempunyai kandungan nutrisi yang hampir sama dengan jagung. Kandungan energi, protein kasar dan pati jagung adalah 3394 kkal/kg, 8,9% dan 60-61,5%, pada sorgum adalah 3250 kkal/kg, 10% dan 70-75% (Mudjisihono, 1990). Sedangkan pada menir kandungan energi dan pati adalah 3100 kkal/kg dan 85-87,8% (Kriangsak et al., 1990). Sehingga sorgum dan menir dapat digunakan Corresponding author:yuli.retnani@yahoo.com dalam penyusunan ransum untuk menggantikan jagung. Jahan et al. (2006) menyatakan bahwa pelet adalah hasil modifikasi dari mash yang dihasilkan dari pengepresan mesin pelet menjadi lebih keras. Faktor yang mempengaruhi kualitas pelet antara lain proses produksi, alat produksi dan bahan baku yang digunakan. Proses produksi pelet terdiri dari proses produksi berkesinambungan dan proses produksi terputus. Hal ini disebabkan oleh alur produksi yang berlangsung secara terus- menerus atau berkesinambungan sehingga menghindari resiko pelet rusak atau hancur pada saat pemindahan dari satu proses ke proses berikutnya seperti pada proses produksi terputus. Proses produksi dalam suatu pabrik pakan memegang peranan penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas ransum. Kualitas fisik pakan dapat diketahui dari sifat fisik suatu bahan dan produk pakan, misalnya ransum bentuk pelet. Pembuatan pelet pada penelitian ini menggunakan mesin pakan