Jurnal Ilmiah Sinus (JIS) Vol : 20, No. 2, Juli 2022 ISSN (Print) : 1693-1173 , ISSN (Online): 2548-4028 DOI : https://doi.org/10.30646/sinus.v20i2.624 Jurnal Ilmiah SINUS (JIS)…………….1 Implementasi Deteksi Judul Berita Clickbait Berbahasa Indonesia dengan pre-trained model Multilingual BERT Pada Aplikasi Berbasis Chrome Extension Girinoto 1) , Dhana Arvina Alwan 2) , Gusti Agung Ngurah Gde K.T. D. 3) , Olga Geby Nabila 4) , Arizal 5) , Dimas Febriyan Priambodo 6*) 1, 2, 3, 4) Rekayasa Perangkat Lunak Kriptografi, Politeknik Siber dan Sandi Negara 5) Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi, Politeknik Siber dan Sandi Negara 6) Rekayasa Keamanan Siber, Politeknik Siber dan Sandi Negara 1) girinoto@poltekssn.ac.id, 2) dhana.arvina@student.poltekssn.ac.id, 3) gusti.agung@student.poltekssn.ac.id, 4) olga.geby@student.poltekssn.ac.id, 5) arizal@poltekssn.ac.id, 6*) dimas.febriyan@poltekssn.ac.id. ABSTRACT Clickbait news title is often used by online news portal. The purpose of clickbait is to attract reader to open and read the news. Furthermore, news containing clickbait title can give negative impact by reducing the essence of important news. Therefore, clickbait detection tool is needed to avoid the clickbait news title. Chrome extension was chosen in this study because it supports all Chrome based browsers, such as Google Chrome, Chromium, Microsoft Edge, and Opera so that many users apply this program. In this study, Chrome extension-based application was designed and integrated by using artificial intelligence model. This application also utilized the availability of pre-trained multilingual BERT model as Natural Language Processing (NLP) which will be used to predict a clickbait news title. This study used Multilingual BERT model as NLP because this model has been trained into 104 languages, including Bahasa Indonesia and it has significant performance. The result of this study can detect clickbait news along with 92% of AUC-ROC value. Keywords: Chrome Extension, Clickbait, BERT, Natural Language Processing, Transformers. I. PENDAHULUAN Clickbait merupakan sebuah upaya dari penulis untuk membuat judul yang mampu menarik perhatian atau emosional pembaca. Hal ini terjadi karena adanya information gap antara hal-hal yang diketahui dan hal-hal yang ingin diketahui. Loewenstein (1994) mengemukakan Teori Information Gap yang menyatakan bahwa setiap kali kita melihat celah “antara apa yang kita ketahui dan apa yang ingin kita ketahui,” maka akan menimbulkan sebuah emosionalitas yang menghasilkan perasaan kehilangan sesuatu. Individu yang ingin tahu termotivasi untuk mendapatkan informasi yang hilang tersebut. Sehingga pembaca akan cenderung untuk melihat atau membuka informasi dengan judul clickbait (Hadiyat, 2019). Clickbait menjadi semakin banyak dijumpai, salah satunya disebabkan oleh sistem pengiklanan yang banyak ditentukan dengan banyaknya klik pada website. Semakin banyak klik yang dilakukan pengunjung, semakin tinggi juga popularitas suatu website (Chen et al., 2015). Clickbait populer digunakan sebagai jalan pintas untuk menghasilkan uang, hal itu juga yang menyebabkan maraknya clickbait ini. Judul berita yang mengandung unsur clickbait sering menggunakan kata kunci yang sedang tren namun isi berita tersebut tidak mengungkapkan informasi apapun, hanya berisikan pesan kontroversial. Clickbait memanfaatkan sisi psikologis dari seorang manusia yaitu rasa keingintahuan manusia. Rasa ingin tahu seperti itu muncul ketika manusia ingin tahu tentang sesuatu yang baru. Celah rasa ingin tahu tersebut dapat mudah dimanfaatkan dengan memberikan pesan-pesan dengan kalimat yang mempengaruhi pembaca dalam headline clickbait tentang informasi baru atau kontroversial, memancing rasa ingin tahu pembaca, dan mengarahkan mereka untuk mengklik judul tersebut (Fakhruzzaman & Gunawan, 2021).