Umi Faridah, Indanah, Arnetta M.P / Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol.12 No.2 (2021) 318-326 | 318 HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA REMAJA DI SMP IT ASSA’IDIYYAH MEJOBO KUDUS Umi Faridah*, Indanah, Arnetta Mayasavira Putri a Universitas Muhammadiyah Kudus umifaridah@umkudus.ac.id Abstrak WHO (2017) mendefinisikan remaja sebagai masa tumbuh kembang manusia setelah masa anak- anak dan sebelum masa dewasa dalam rentang usia 10-19 tahun. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Berdasarkan data sensus penduduk 2011 sebanyak 43,5 juta (18%) penduduk di Indonesia ialah kelompok usia 10-19 tahun, sedangkan didunia diperkirakan kelompok remaja sebanyak 1,2 milyar (18%) dan jumlah penduduk didunia. (Depkes RI, 2014 ). Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik,psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualang dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh kedalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam masalah kesehatan fisik dan psikososial (Depkes RI 2014 ). Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Besarnya responden adalah 104 orang. Dalam analisa bivariat akan dilakukan uji yang diolah secara statistik menggunakan program komputer dengan uji statistic Chi Square. Ada hubungan tipe kepribadian dengan kecerdasan spiritual pada remaja di SMP IT Assa’idiyyah Mejobo Kudus Tahun 2021 dengan P value sebesar 0,001. Kata Kunci: Tipe kepribadian, Kecerdasaan spiritual Abstract WHO (2017) defines adolescence as a period of human development after childhood and before adulthood in the age range of 10-19 years. According to the Population and Family Planning Board (BKKBN), the age range for adolescents is 10-24 years old and unmarried. Based on the 2011 population census data, as many as 43.5 million (18%) of the population in Indonesia is the age group 10-19 years, while in the world it is estimated that the youth group is 1.2 billion (18%) and the total population in the world. (MOH RI, 2014). Adolescence is a period of rapid growth and development, both physically, psychologically and intellectually. The typical characteristics of adolescents have a great sense of curiosity, like adventure and challenges and tend to dare to take risks for their actions without careful consideration. If the decisions made in dealing with conflict are not right, they will fall into risky behavior and may have to bear short and long term consequences in physical and psychosocial health problems (MOH 2014). The approach taken in this study using a cross sectional method. The number of respondents was 104 people. In the bivariate analysis, a statistically processed test will be carried out using a computer program with the Chi Square statistical test. There is a relationship between personality types and spiritual intelligence in adolescents at SMP IT Assa'idiyyah Mejobo Kudus in 2021 with a P value of 0.001. Keywords: Personality type, spiritual intelligence PENDAHULUAN WHO (2017) mendefinisikan remaja sebagai masa tumbuh kembang manusia setelah masa anak-anak dan sebelum masa dewasa dalam rentang usia 10-19 tahun. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Berdasarkan data sensus penduduk 2011 sebanyak 43,5 juta (18%) penduduk di Indonesia ialah kelompok usia 10-19 tahun, sedangkan didunia diperkirakan kelompok remaja sebanyak 1,2 milyar (18%) dan