Jurnal Akta Agrosia Vol. 12 No.1 hlm 62 - 67 Jan - Jun 2009 ISSN 1410-3354 Penampilan Penggerek Polong Kedelai, Etiella zinckenella Treitschke (Lepidoptera: Pyralidae), dan Pemilihan Inang pada Kedelai dan Kacang Tanah Performance of Soybean Pod Borer, Etiella zinckenella Treitschke (Lepidoptera: Pyralidae), and Host Preference on Soybean and Groundnut Dwinardi Apriyanto, Ogie Hendra Yoga dan Andi Mulyadi Jurusan Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl. WR. Supratman Bengkulu 38371 dwi_nardi@yahoo.com ABSTRACT Soybean pod borer, Etiella zinckenella Treitschke, is one of the most important soybean insect pests. In Bengkulu, it become the most important pest of groundnut and can cause yield loss up to 100% in area where farmer grow groundnut instead of soybean. The biology of pod borer was studied on soybean and groundnuts. The population density and pod damage were observed on groundnut + soybean polyculture and monoculture in field. The development time and life cycle was slightly longer on larvae fed on soybean seed than those fed on groundnut. Development time from egg-adult was 31.2 days with soybean diet and 30.4 days with groundnut diet. Pupa weight and egg numbers was higher if the larvae were provided with soybean seeds than those that were provided with groundnut seeds. Pupa weight was 37.8 mg when larvae fed on soybean seed and 34.2 mg when larvae fed on groundnut seed. Egg number was 195 when larvae fed on soybean seed and 173 when larvae fed on groundnut. The larval density and pod damage in field plots were significantly higher on soybean than those on groundnut, regardless of planting systems (monoculture or polyculture). All the data indicated that soybean is more suitable as diet for E. zinckenella and recognized more readily by the adult for egg laying (oviposition) and as such, it might potentially be used as trap crop for this insect pest in area or region where groundnut become farmer’s choice to grow. Key words: biology, Etiella zinckenella, soybean, groundnut ABSTRAK Penggerek polong kedelai, Etiella zinckenella Treitschke, merupakan hama penting pada kedelai. Di Bengkulu serangga ini menjadi hama penting pada tanaman kacang tanah yang dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai 100% di areal yang banyak ditanami kacang tanah. Biologi penggerek polong diteliti pada kedelai dan kacang tanah, dan populasinya diteliti pada kedua tanaman dengan sistem tanam monokultur dan campuran kedelai+kacang tanah. Lama perkembangan, dan siklus hidupnya sedikit lebih panjang dengan pakan biji kedelai dibandingkan dengan pakan biji kacang tanah. Lama masa perkembangan dari telur-imago adalah 31,2 hari dengan pakan biji kedelai dan 30,4 hari dengan pakan biji kacang tanah. Siklus hidupnya adalah 36,2 hari dengan pakan biji kedelai dan 34,9 hari dengan biji kacang tanah. Bobot pupa dan jumlah telur yang dihasilkan lebih tinggi bila larva diberi pakan biji kedelai dibandingkan bila larva diberi pakan biji kacang tanah. Bobot pupa adalah 37,8 mg pada biji kedelai dan 34,2 mg pada biji kacang tanah. Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 195 pada kedelai dan 173 pada kacang tanah. Kepadatan populasi larva dan kerusakan polong sangat nyata lebih tinggi pada tanaman kedelai dibandingkan pada tanaman kacang tanah, baik pada sistem tanam monokultur maupun pada sistem tanam campuran kedelai+kacang tanah. Hal ini menunjukkan bahwa penggerek polong kedelai lebih memilih kedelai dari pada kacang tanah. Pada daerah dimana kacang tanah menjadi pilihan petani, tanaman kedelai berpotensi untuk digunakan sebagai tanaman perangkap. Kata kunci: Biologi, Etiella zinckenella, kedelai, kacang tanah brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by UNIB Scholar Repository