Jurnal IPTA ISSN : 2338-8633 Vol. 4 No. 2, 2016 1 FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK WISATAWAN BACKPACKER MANCANEGARA BERWISATA KE BALI Gayatri Manik I Ketut Suwena I Wayan Suardana Email : yayatri15@yahoo.com PS. S1 Industri Perjalanan Wisata Fakultas Pariwisata UNUD ABSTRACT Trend backpackers is growing in various areas, including in Bali. Backpackers have been identified as having “a preference for budget accommodation, independently organized travel and emphasis on meeting other travellers, longer rather than brief holidays. The purpose of this research are to anlyses the push and pull factors that motivate the foreign backpacker tourists traveled to Bali. Sample on this research is 200 respondents of backpackers and using purposive sampling technique. Offline questionnaires are used for data collecting and the analysis technique is based on factor analysis. The results of research shows that the push factors backpackers traveled to Bali are (1) facilitation of social interaction, (2) self-identity, (3) relaxation, (4) prestige, (5) adventure (6) novelty. The push factor that dominantly is facilitation of social interaction. The pull factors are (1) cultural/historical, (2) affordable price, (3) variety seeking, (4) tourism facilities, (5) safety and clean, (6) environment. The pull factor that dominantly is Cultural / Historical. Keywords: Factor Analysis, Push & Pull Factor, Backpacker Tourist. PENDAHULUAN Pariwisata semakin berkembang seiring dengan pergerakan manusia itu sendiri dalam mencari sesuatu yang baru dan ingin memenuhi kebutuhan akan pengalaman wisata dan interaksi sosial yang tidak ditemui di tempat asalnya. Sejak lama kegiatan berwisata sudah menjadi permintaan yang wajar bagi negara maju karena aktivitas berwisata sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup yang bisa bersaing dengan barang mewah lainnya. Wisatawan yang akan berkunjung ke suatu tempat ditentukan oleh motivasi dan keinginan individu itu sendiri (faktor pendorong) serta adanya daya tarik (faktor penarik) yang ditawarkan di suatu objek wisata. Banyak faktor yang memotivasi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata, seperti: keluar dari rutinitas sehari-hari, menyegarkan pikiran, mencari sesuatu yang baru, memanjakan diri, bersenang-senang dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, kegiatan berwisata bukanlah sesuatu yang bersifat mahal lagi melainkan sudah bisa dijangkau oleh setiap orang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk berwisata, salah satu caranya adalah dengan “backpacking” atau sering disebut sebuah trend berwisata murah dan praktis. Backpacking adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mencerminkan sebuah bentuk dari perjalanan berwisata dengan biaya rendah. Pelaksanaan wisata backpacking dianggap lebih mudah dan praktis karena didukung dengan banyaknya maskapai penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier), penginapan dan paket akomodasi dengan biaya yang murah diberbagai belahan dunia, serta kemajuan teknologi dalam berbagai bentuk komunikasi. Menurunnya biaya transportasi dan