Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.2.208-214 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 14 Nomor 2 edisi April-Juni 2019 Jurnal Sain Peternakan Indonesia 14 (2) 2019 Edisi April-Juni | 208 Pengaruh Pemberian Suplementasi Sakura Blok Plus terhadap Kualitas Susu Kambing Nubian The Effect of Sakura Blok Plus Suplementation on Quality of Nubian Milk Goat E. Soetrisno, Jarmuji, A. N. N. Andana, A. H. K. Amrullah dan A. S. Harahap Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Corresponding email: edi.soetrisno@unib.ac.id ABSTRACT This research aimed to evaluate the effect of Sakura Blok Plus suplementattions on quality of Nubian milk goat. This research have been done in 40 days (16 July - 24 August 2018) at Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB), Pondok Kubang Subdistrict, District of Bengkulu Tengah. The design used was the Latin Square Design (LSD), with four treatments, (P0 Sakura blok, P1 Sakura blok + 2% turmeric flour + 2% katuk leaf flour, P2 Sakura blok + 4% turmeric flour, P3 Sakura blok + 4% katuk leaf flour). This research used four treatments, four replications, 4 periods, in one periode have 10 days (7 days for adaptation, 3 days for sampling data). Variables observed included dry matter consumption, fat and protein milk composition. The result showed that the average fat composition were P0: 3.63 %, P1: 3.54 %, P2: 3.62 % and P3: 3.33 %. The protein composition were P0: 3.37 %, P1: 3.27 %, P2: 3.12 % and P3: 3.15 %. Best on analysis (anova) showed that there is no impact of treatments on composition of fat and protein in Nubian milk goat. Suplementation of Sakura Blok Plus katuk leaf flour and tumeric flour did not impact on quality of Nubian milk goat. Key words: Sakura blok, milk quality, Nubian ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian suplementasi sakura blok plus terhadap kualitas susu kambing Nubian. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari (16 Juli sampai 24 Agustus 2018) di LPPB (Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis), Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan (P0 sakura blok, P1 sakura blok + 2% tepung kunyit + 2% Tepung daun katuk, P2 sakura blok + 4% tepung kunyit, P3 sakura blok + 4% tepung daun katuk). Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan,4 ulangan, 4 periode, dimana dalam satu periode selama 10 hari, 7 hari masa adaptasi dan 3 hari masa pengambilan sampel susu. Kambing perah yang digunakan pada penelitian ini adalah bangsa kambing perah Nubian. Variabel yang diamati yaitu kadar lemak dan kadar protein susu. Berdasarkan hasil penelitian rataan kadar lemak yang didapat yaitu P0 sebesar 3.63 %, P1 sebesar 3.54 %, P2 sebesar 3.62 % dan P3 sebesar 3.33 %. Kadar protein yaitu P0 sebesar 3.37 %, P1 sebesar 3.27 %, P2 sebesar 3.12 % daan P3 sebesar 3.15 %. Hasil analisi varian (anova) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak susu dan protein susu pada kambing Nubian. Suplementasi sakura dengan penambahan daun katuk dan kunyit tidak mempengaruhi kualitas susu kambing Nubian. Kata kunci: Sakura blok, kualitas susu, Nubian. PENDAHULUAN Kambing perah adalah jenis kambing yang bisa memproduksi susu dengan jumlah melebihi kebutuhan anaknya (Atabany, 2002). Kambing perah disebut juga kambing bertipe dwiguna karena selain bisa menghasilkan susu, dagingnya juga bisa dikonsumsi (Kaleka dan Haryadi, 2013). Perbedaan antara kambing perah dengan kambing pedaging terletak pada bangsa kambing itu sendiri. Bangsa kambing merupakan faktor yang bisa mempengaruhi produktivitas susu. Sehingga kebutuhan dan kualitas pakan yang diberikan pada kambing perah berbeda dengan kambing potong. Kambing perah membutuhkan pakan dengan kualitas yang baik yang akan mempengaruhi produksi dan kualitas susu yang dihasilkan. Kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan salah satunya dipengaruhi oleh pakan yang diberikan. Salah satu cara yang