127 Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produksi Getah Pinus di Kabupaten Poso Jesi A. lateka 1 , Tohap Manurung 1 , Jantje D. Prang 1* 1 Jurusan Matematika–Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam–Universitas Sam Ratulangi Manado, Indonesia ∗ Corressponding author : jantjedprang@yahoo.com A B S T R A K INFO ARTIKEL Diterima Diterima setelah revisi Tersedia online Kata Kunci: Analisis Regresi Linier Berganda Hutan Pinus di Kabupaten Poso A B S T R A C T Poso Regency is a center of productivity for pine resin in Central Sulawesi, so it is very important to know the factors that influence the production of pine sap in Poso District. Referring to several previous studies, the accumulation of various factors can cause a problem or an event triggered by various previous events, to predict the use of multiple linear regression equations that can summarize these various factors. The data used in this study are data on the land area of each group ( 1 ), the number of group workers ( 2 ) and the number of hours of group work ( 3 ). Based on the results of multiple linear regression analysis there is a symptom of multicollinearity between the variables of the number of workers and the number of hours worked, therefore to overcome this one variable is taken, namely the number of workers. The results of the analysis show that the variable area of land and the number of labor simultaneously affect the production of pine sap with a determination coefficient of 93%. ARTICLE INFO Accepted Accepted after revision Available online Keywords: Analysis of Multiple Linear Regression Pine Forest in Poso District 1. PENDAHULUAN Hutan adalah karunia alam yang memiliki potensi dan fungsi untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Potensi dan fungsi tersebut mengandung manfaat bagi populasi manusia bila dikelola dengan benar dan bijaksana. Salah satu hutan yang banyak memberikan potensi dan fungsi bagi populasi manusia adalah hutan pinus. Tumbuhan pinus banyak memberikan manfaat bagi manusia terutama bagi masyarakat Indonesia. Pinus Merkussi atau Tusam (Pinus merkusii Jungh. Et deVries) merupakan satu-satunya jenis pinus yang tumbuh asli di Indonesia. Pohon pinus memiliki banyak kegunaan yaitu untuk penghasil kayu, produksi getah dan konservasi lahan. Getah pinus merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu yang cukup potensial. Indonesia merupakan negara urutan ke tiga dalam produksi getah pinus setelah Cina dan Brasil. Ada beberapa daerah di Indonesia yang menjadikan hutan pinus sebagai sumber mata pencaharian bagi masyarakatnya dalam memproduksi getah, salah satunya Kabupaten Poso yang merupakan titik berat produktivitas getah pinus yang ada di Sulawesi Tengah. Pada sebagian wilayah hutan dibagi beberapa lahan penyadapan yang dikerjakan oleh kelompok petani. Cara penyandapan getah yang dilakukan oleh petani getah pinus di kabupaten Poso yaitu sistem koakan atau petani di sana menyebutnya dengan mowingku. Koakan dibuat sejajar panjang batang dengan kedalaman 2 cm dan lebar 10 cm dengan menggunakan alat sadap konvensional yang disebut kedukul/petel atau alat semi mekanis yaitu mesin mujitech [1]. Getah yang dihasilkan oleh pohon pinus ada dua jenis yaitu gondorukem dan terpentin. Gondorukem Kabupaten Poso merupakan titik berat produktivitas getah pinus yang ada di Sulawesi Tengah, sehingga sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi getah pinus di Kabupaten Poso. Mengacu pada beberapa penelitian sebelumnya, akumulasi berbagai faktor dapat menyebabkan suatu persoalan atau suatu kejadian dipicu oleh berbagai peristiwa sebelumnya, untuk menduganya digunakan persamaan regresi linier berganda yang dapat merangkum berbagai faktor tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data luas lahan setiap kelompok ( 1 ), jumlah tenaga kerja kelompok ( 2 ) dan jumlah jam kerja kelompok ( 3 ). Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda terjadi gejala multikolinearitas antara variabel jumlah tenaga kerja dan jumlah jam kerja, oleh karena itu untuk mengatasinya maka diambil salah satu variabel yaitu jumlah tenaga kerja. Hasil analisis didapat bahwa variabel luas lahan dan jumlah tenaga kerja secara simultan mempengaruhi hasil produksi getah pinus dengan koefisien determinasi sebesar 93%. d’CartesiaN Jurnal Matematika dan Aplikasi p-ISSN: 2302-4224 ; e-ISSN: 2685-1083 J o u r n a l h o m e p a g e: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/decartesian