Jurnal Destinasi Pariwisata p-ISSN: 2338-8811, e-ISSN: 2548-8937 Vol. 10 No 2, 2022 173 Analisis Tipologi Wisatawan dalam Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur Felisha Amara Bahwono a, 1 , I Made Bayu Ariwangsa a, 2 1 felisha43@student.unud.ac.id, 2 bayu_ariwangsa@unud.ac.id a Program Studi Pariwisata Program Sarjana, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana, Jl. Sri ratu Mahendradatta Bukit Jimbaran, Bali 80361 Indonesia Abstract Komodo National Park (KNP) is one of Indonesia’s influential conservation sites that has caught the public’s attention due to a massi ve, ongoing tourism development model that contrasts ecotourism principles. Tourism developments are mostly based on potential and demands which generally stem from tourists. By analyzing the tourist typology of Komodo National Park, authorized stakeholders could synchronize between the development model and tourists’ demands which will result in an equilibrium that supports both the conservation and tourism functions of Komodo National Park. This research uses a mixed-method, using both qualitative and quantitative approaches. The data were collected through non-participatory observation, literature study, documentation, and online questionnaires. It uses purposive sampling with a close-ended questionnaire using the Likert Scale. The theory used in this study is the Tourist Psychographic Typology. The research results indicated that aggregately, tourists’ visit rate in Komodo National Park is increasing in numbers although it is still fluctuating by nature, especially with the COVID-19 Pandemic intervention. This research also found that from a psychographic model, the majority of Komodo National Park’s tourists are in the ‘near-allocentric’ pole. Therefore, it is concluded that the applied tourism policies should be re -evaluated to maintain and uphold the applicable ecotourism principles. Keywords: Tourist Typology, Ecotourism, Psychographic, Conservation Tourism. I. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor perekonomian yang berkembang pesat di negara- negara berkembang termasuk Indonesia. Terdapat tiga stakeholders utama yang terlibat dalam pariwisata, yaitu: pemerintah, investor, dan wisatawan. Wisatawan merupakan orang-orang yang melakukan kegiatan pariwisata (Yoeti dalam Sulistiyana dkk, 2015). Peran wisatawan adalah sebagai konsumen dari produk pariwisata, sehingga motivasi dan perilaku wisatawan menjadi komponen yang penting dipahami oleh pemangku usaha pariwisata untuk menciptakan produk yang sesuai sasaran pasar. Untuk itu, studi klasifikasi terhadap wisatawan dilakukan sehingga membentuk suatu tipologi yang mencerminkan perilaku wisatawan ketika sedang berwisata. Tipologi wisatawan dianalisis agar kebijakan dan arah pembangunan daya tarik wisata menjadi lebih sesuai permintaan wisatawan pada pangsa pasarnya. Berbagai kelompok masyarakat bergantung dan telah ditopang oleh industri pariwisata. Meskipun demikian, maraknya industri pariwisata di negara-negara berkembang cenderung diikuti dengan lahirnya fenomena pariwisata massal (mass tourism) yang pada basisnya bertentangan dengan komitmen pembangunan dalam agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan konsep pariwisata yang sejalan dengan prinsip- prinsip berkelanjutan, yaitu dengan mengembangkan ekowisata di bawah naungan program Wonderful Indonesia (Mau, 2021). Salah satu produk ekowisata yang dimaksud adalah Taman Nasional Komodo, yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebagai suatu produk ekowisata, Taman Nasional Komodo memiliki dua fungsi, yaitu sebagai kawasan konservasi dan kawasan pariwisata. Sebagai suatu kawasan konservasi, Taman Nasional Komodo (TNK) telah dianugerahi status World Heritage Site oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 1980 (Putra, 2018). Pemberian status ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati dengan outstanding universal values yang berada di dalam kawasan TNK (Saripa, 2022). Di sisi lain, TNK merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (Muhammad, 2021) yang mana pembangunannya masih berlangsung tenggat tulisan ini dibuat. Dalam pembangunan tersebut, ditemukan suatu krisis pariwisata yang mana orientasi pembangunan dianggap terlalu ekspansif sehingga mengancam habitat alami satwa Komodo yang dilindungi dalam situs ini. Pemerintah Indonesia telah diberikan peringatan dari UNESCO untuk melakukan upaya