VOTEKNIKA Jurnal Vokasional Teknik Elektronika dan Informatika http://ejournal.unp.ac.id/index.php/voteknika/index Vol. 6, No. 2, Juli – Desember 2018 E - ISSN: 2302-3295 ABSTRACT This research purposed to find out the influece of using video tutorial learning media in Project Based Learning model towards first grade student’s learning outcome on Basic of Programming at SMKN 1 Bukittinggi. The object was to reveal influence of implementation Video Tutorial learning media. The design of research was pre-experimental intact group comparison. By using non-probability sampling; purposive sampling, was chosen X TAV 2A class as an experiment class and X TAV 2B class as a control class. Experiment class was implemented Video Tutorial, while. Keywords: Think Talk Write, Learning Outcome. PENDAHULUAN Pendidikan dalam arti luas berarti segala pengalaman hidup dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. Pendidikan merupakan sebuah sarana dalam membentuk sumberdaya yang berkualitas dan terdidik[1]. Pendidikan mewujudkan suasana pembelajaran dan pengembangan diri baik secara fisik maupun non fisik yang dapat diterapkan dikehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pelaksanaan tersebut harus memenuhi standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan Bangsa dan Negara. Maju mundurnya suatu Bangsa ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan tersebut. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang mendidik siswanya dengan keahlian dan keterampilan, juga mendidik siswa agar mampu memilih karir, berkompetensi dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian, hasilnya akan dapat dilihat sejauh mana pencapaian hasil belajar dari siswa yang bersangkutan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sutera merupakan Sekolah Kejuruan yang bertujuan membentuk siswa ke arah profesionalisme kerja di bidang teknologi. Sekolah kejuruan ini tidak hanya sekedar mendidik siswa, tetapi sekolah juga ingin menghasilkan lulusan yang cerdas, siap kerja, dan mampu bersaing pada era globalisasi menuju masyarakat madani. SMKN 1 Sutera sebagai lingkungan belajar memiliki sistem pengajaran teori dan praktek untuk bidang studi produktif, dimana proses belajar mengajar melibatkan beberapa faktor diantaranya guru, siswa dan sarana prasarana. Pembelajaran diharapkan berjalan lebih baik sehingga dapat meningkatkan motivasi dalam belajar serta hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan[11]. Pada umumnya hasil belajar dipakai sebagai indikator keberhasilan pembelajaran. Hasil belajar dapat diukur dengan menggunakan tes atau non tes selama atau sesudah proses belajar itu berlangsung. Hasil belajar merupakan salah satu indikator kualitas pendidikan yang ditentukan melalui proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa perlu diketahui oleh guru, agar guru dapat merencanakan atau mendesain pengajaran secara tepat dan penuh arti. KKM merupakan pegangan minimal dalam menentukan apakah seorang siswa sudah dapat dikatakan tuntas atau tidak dalam belajar baik dari segi indikator, kompetensi inti maupun kompetensi dasar yang harus diketahui. Dalam pembuatan KKM setidaknya ada 3 unsur yaitu : Muhammad Hidayat 1) , Putra Jaya 2 , Delsina Faiza 2 1 Prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Padang 1,2 Prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang Jl. Prof.Hamka-Kampus UNP-Air Tawar Padang e-mail : 1 dayat.hi26@yahoo.com, 2 putrajaya5316@gmal.com, 3 delsina.faiza@ft.unp.ac.id PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR KONVERSI CASSET KE CD SISWA KELAS XI TEKNIK AUDIO VIDEO SMKN 1 SUTERA