JURNAL TEKNOINFO Volume 17, Nomor 1, Januari 2023, Page 289-302 ISSN: 1693-0010(Print), ISSN: 2615-224X(Online) Available online at https://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/teknoinfo/index 289 IDENTIFIKASI BIOMETRIKA MENGGUNAKAN EKSTRAKSI MINUTIAE PADA CITRA SIDIK JARI Boldson Herdianto Situmorang 1) , Gustian Rama Putra 2) , Syarif Hidayatullah 3) 1,2,3 Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas 1,2,3 Jl. Pakuan, Tegallega, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 Email: 1 boldson.situmorang@unpak.ac.id, 2 gustian.rama@unpak.ac.id , 3 syarif.hidayatullah@unpak.ac.id Abstract Biometrics based on fingerprint images is a self-recognition technique using fingerprint to represent a person's identity. Fingerprint is characteristic of someone's identity precisely and safely because there are no similarities and cannot be falsified. The purpose of this research is to develop a biometrics identification system based on fingerprint images by utilizing a cell phone camera for the acquisition of fingerprint images. This is based on its simplicity because almost everyone has a cell phone so that a person's identification system based on fingerprint can be used anytime and anywhere. The research was conducted using images generated from cell phone cameras with camera specifications of 2, 5 and 8 mega pixels. The method used in image processing consists of the minutiae crossing number method for the feature extraction process and the minutiae based matching method for the similarity measurement process. The results of the research concluded that cell phone cameras with specifications of 5 and 8 mega pixels can be used for the process of image acquisition in biometrics systems based on fingerprint. The feature extraction process of image results using the minutiae crossing number method and the match measurement process using the minutiae based matching method resulted in an accuracy value of 92.8% on a 5 mega pixel camera and 95.3% on an 8 mega pixel camera. The accuracy value depends on the results of the image acquisition stage, pre-processing, the threshold value in the identification process, and the number of images used in the training data in the database. Keyword: biometrics, cell phone, fingerprint, identification, minutiae. Abstrak Biometrik berbasis citra sidik jari merupakan teknik pengenalan diri dengan menggunakan sidik jari untuk mewakili identitas seseorang. Sidik jari merupakan ciri identitas seseorang secara tepat dan aman karena tidak ada kesamaan dan tidak dapat dipalsukan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem identifikasi biometrik berbasis citra sidik jari dengan memanfaatkan kamera ponsel untuk akuisisi citra sidik jari. Hal ini didasari oleh kemudahannya karena hampir setiap orang memiliki telepon genggam sehingga sistem identifikasi seseorang berdasarkan sidik jari dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan gambar yang dihasilkan dari kamera ponsel dengan spesifikasi kamera 2, 5 dan 8 mega piksel. Metode yang digunakan dalam pengolahan citra terdiri dari metode minutiae crossing number untuk proses ekstraksi ciri dan metode minutiae based matching untuk proses pengukuran kemiripan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kamera ponsel dengan spesifikasi 5 dan 8 mega piksel dapat digunakan untuk proses akuisisi citra pada sistem biometrik berbasis sidik jari. Proses ekstraksi ciri hasil citra menggunakan metode minutiae crossing number dan proses pengukuran kecocokan menggunakan metode minutiae based matching menghasilkan nilai akurasi sebesar 92,8% pada kamera 5 mega piksel dan 95,3% pada kamera 8 mega piksel. Nilai akurasi tergantung dari hasil tahap akuisisi citra, pre-processing, nilai threshold pada proses identifikasi dan jumlah citra yang digunakan pada data training di database. Kata Kunci: biometrik, identifikasi, minutiae, ponsel, sidik jari. 1. PENDAHULUAN Teknologi biometrika merupakan suatu teknik pengenalan diri menggunakan bagian tubuh atau perilaku manusia. Teknologi ini memenuhi dua fungsi penting yaitu identifikasi dan verifikasi. Sistem identifikasi bertujuan untuk memecahkan identitas seseorang. Sedangkan sistem verifikasi bertujuan untuk menolak atau menerima identitas yang diklaim oleh seseorang (Putra D. A., 2009). Salah satu teknologi biometrika yang cukup berkembang adalah biometrika sidik jari, yaitu sistem pengenalan diri dengan memanfaatkan sidik jari untuk merepresentasikan identitas seseorang. Penggunaan sidik jari dalam sistem biometrika disebabkan karena sidik jari memiliki sifat universal, unik, permanen dan kolektabilitas. Artinya, setiap orang pasti memiliki sidik jari dengan karakteristik yang berbeda-beda, tidak berubah dalam periode waktu yang lama dan