237 Volume: 8 Volume: 8 Nomor: 1 Bulan: Februari Tahun: 2022 Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Penanaman Nilai Budaya Lokal Tama Umma Kalada Yohanes Umbu Lede STKIP Weetebula Pos-el: yantoumbu071@gmail.com DOI: 10.32884/ideas.v8i1.627 Abstrak Penanaman nilai budaya lokal dalam ritual adat Tama Umma Kalada untuk membangun sikap moderasi beragama mengalami pergeseran makna. Faktor penyebab adalah era globalisasi. Perkembangan IPTEK dan minimnya pemaknaan terhadap budaya turut merubah cara pandang masyarakat Wewewa. Tujuan penelitian mengetahui nilai budaya lokal yang ditanamkan dalam ritual adat Tama Umma Kalada untuk membangun sikap moderasi beragama. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai budaya dalam ritual adat Tama Umma Kalada yakni masyarakat masih menghidupi dan memegang erat nilai-nilai budaya seperti nilai ketaatan, solidaritas, nilai persatuan, nilai gotong royong, nilai kerja keras, nilai religius, dan toleransi serta penghormatan terhadap leluhur. Kata Kunci Budaya lokal, nilai budaya, moderasi beragama Abstract The inculcation of local cultural valuesin the traditional ritual of Tama Umma Kalada to build an attitude of religious moderation has experienced a shift in meaning. The causative factor is the era of globalization. The development of science and technology and the lack of meaning for culture have also changed the perspective of the Wewewa community. The purpose of the study was to find out the local cultural values embedded in the traditional Tama Umma Kalada ritual to build an attitude of religious moderation. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection technique is interview. The data analysis technique used is data triangulation. The results showed that the inculcation of cultural values in the Tama Umma Kalada traditional ritual, that is, the community still lives and holds tightly to cultural values such as the value of obedience, solidarity, the value of unity, the value of gotong royong, the value of hard work, religious values, and tolerance and respect for ancestors. Keywords Local culture, culture value, moderationreligious Pendahuluan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini sangatlah pesat. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang adalah tanda bahwa adanya proses globalisasi. Keberadaan teknologi yang canggih dan modern dapat membantu manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dengan mudah. Globalisasi membawa dampak dalam segala aspek penting kehidupan seperti bidang sosial, politik, budaya, agama, ekonomi dan lain-lain. Masyarakat akan semakin lebih mudah dalam beraktifitas akibat adanya perkembangan iptek. Namun, tidak dapat dipungkiri dampak negatif yang muncul yaitu gaya hidup kebarat-baratan. Artinya tidak semua budaya Barat baik adanya dan cocok diterapkan di Indonesia. Salah satu contoh adalah hilangnya identitas budaya asli akibat masuknya budaya asing seperti anak tidak lagi menghormati orang tua, pergaulan bebas dan lain-lain. Pengaruh globalisasi ini sangat kuat sehingga dapat mempengaruhi hampir semua aspek penting kehidupan, tak terkecuali aspek budaya. Aspek paling nyata dari pengaruh globalisasi terhadap budaya adalah globalisasi juga memunculkan berbagai tantangan yang menuntut manusia untuk mencari solusi yang tepat dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang ada termasuk di dalamnya berkaitan dengan agama (intoleran), budaya dan sistem tata nilai yang berlaku di suatu tempat. Secara umum kehidupan masyarakat Sumba sangat kuat dan erat kaitannya dengan budaya. Sumba menjadi terkenal di pelosok dunia karena budayanya memiliki ritual yang unik. Budaya lokal yang ada di Sumba sangat banyak dan diharapkan menjadi tradisi turun temurun. Salah satunya adalah ritual Tama Umma Kalada.