Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No. 1 Maret 2021 ISSN 2337-7771 (Cetak) ISSN 2337-7992 (Daring) 212 KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PENYUSUN VEGETASI HUTAN LINDUNG BENGKUNAT DI RESOR III KPH UNIT I PESISIR BARAT Plant Diversity of Bengkunat Protection Forest Vegetation in Resort III FMU (Forest Management Unit) 1 Pesisir Barat Sesilia Maharani Putri dan Indriyanto Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung ABSTRACT Plant diversity in Protection Forest is an important factor that considered to support the sustainability function to protected the area. Plant diversity is a form of the species association that could be the indicator forest vegetation stabillities. This research aims to analyze the plant diversity in Bengkunat Protection Forest. This research was conducted between March-April 2019 at the 4,470 ha area with the sampling intensity 0.02%. Data were collected using grid line method that consisted of 34 sample plots. Data were analyz using Shannon Index (H), Richness Index (R) and Evenness Index (E). This study found 92 species at the research area. Dipterocarpus haseltii was the most dominant species based on Important Value Index (IVI) of 34.1%. While the average for other types of IVI is only 2.9%. The other dominated species were Polyalthia lateriflora, Dacryodes rostata and Dillenia excelsa. The forest species diversity index (H) was classified as moderate at 1.7, the Richness index (R) was classified as a high level of 30.4 and the evenness index (E) was classified as a high level of 0.9. Based on this research, Bengkunat Protection Forest diversity has a moderated value with the high diversity potential richness and evenness. Keywords: Biodiversity, forest vegetation and protection forest ABSTRAK Keanekaragaman tumbuhan di hutan lindung merupakan faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan fungsi lindung suatu kawasan. Keanekaragaman tumbuhan merupakan bentuk asosiasi setiap individu tumbuhan yang dapat menjadi indikator stabilitas vegetasi hutan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman tumbuhan di Hutan Lindung Bengkunat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2019 di areal seluas 4.470,4 ha dengan intensitas sampling 0,02%. Pegambilan data menggunakan metode garis berpetak dengan 34 plot sampel. Data vegetasi dianalisis menggunakan indeks Shannon (H), Indeks kekayaan (R) dan Indeks Kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 92 jenis tumbuhan di lokasi penelitian. Dipterocarpus haseltii merupakan jenis yang memiliki tingkat dominansi tertinggi berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) yaitu sebesar 34,1%. Sedangkan rata-rata INP jenis lainnya hanya sebesar 2,9%. Jenis lain yang mendominasi adalah Polyalthia lateriflora, Dacryodes rostata dan Dillenia excelsa. Nilai Indeks Keanekaragaman jenis (H) hutan ini tergolong sedang sebesar 1,7, Indeks Kekayaan (R) tergolong tinggi sebesar 30,4 dan Indeks Kemerataan (E) tergolong tinggi sebesar 0,9. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, Hutan Lindung Bengkunat memiliki nilai keanekaragaman yang sedang dengan potensi kekayaan jenis dan kemerataan jenis tinggi. Kata kunci: Hutan lindung, keanekaragaman dan vegetasi hutan. Penulis untuk korespondensi, surel : sesiliamaharaniputri@gmail.com; indriyanto.1962@fp.unila.ac.id PENDAHULUAN Hutan Lindung Bengkunat merupakan hutan dataran rendah memiliki topografi berbukit dan lembah dengan banyak sungai mengalir di dalamnya. Hutan dataran rendah Sumatera yang berada pada ketinggian 0 – 1.000 mdpl, dengan curah hujan 2.000 – 4.000 mm pertahun merupakan hutan yang memiliki kekayaan spesies sangat tinggi. Hutan ini merupakan hot-spot bagi berbagai jenis keanekaragaman hayati, flora maupun fauna dengan dengan kondisi ekosistem yang kompleks (Sofiah dkk., 2018). Keanekaragaman tumbuhan di hutan hujan tropis berhubungan dengan interaksi kompleks antara faktor fisik dan faktor biologis suatu hutan (Krisnawati, 2015). Faktor fisik ini berupa variasi iklim, edafis maupun topografi suatu bentang lahan, sedangakan faktor biologisnya adalah dinamika penyusun vegetasi dan persyaratan tumbuh jenis vegetasi hutan tersebut (Krisnawati, 2015).