44
Volume 5, No. 1, June 2021, pp. 44–48
ISSN 2655-7924 (Print)
ISSN 2614-7416 (Online)
https://jurnal.uns.ac.id/arj
doi:10.20961/agrotechresj.v5i1.44300
© 2021 Agrotechnology Research Journal
Pengaruh Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria
terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai
Effects of Organic Fertilizer and Plant Growth Promoting Rhizobacteria on
Soybean Growth and Yield
Fajar Setyawan
1*
, M. Machfud Aldi
2
, Abu Talkah
3
1-3
Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Islam Kadiri, Kediri, Jawa Timur, 64128, Indonesia
Received 11 September 2020; Accepted 27 May 2021; Published 30 June 2021
ABSTRACT
Nutrient availability is very significant in supporting plant growth. The low content of organic fertilizers and existing
minerals appear as the primary limiting factors for soybean cultivation on acid soils. Therefore, the purpose of this
research is to determine the effect of organic fertilizers and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on plant
growth and yield. A completely randomized block design (CRBD) factorial with three replications was employed,
where the first variable involved the chicken and cow composts as well as Tithonia green fertilizer. Meanwhile, the
second referred to PGPR at 0, 5, 10 and 15 ml.L
-1
. The results showed no interaction between the application of
organic fertilizers and PGPR on soybean growth as well as the yield. Furthermore, the cow manure treatment of 10
t.ha
-1
reportedly increased the total dry weight and sample growth rate by 0.44 and 0.86%, respectively, compared
to the chicken manure at similar composition. Also, 10 ml.L
-1
of PGPR was known to improve the pod quantity per
plant and harvest index by 0.58 and 2.66% harvest index, correspondingly, than without PGPR.
Keywords: Chicken manure; Cow manure; Glycine max; Tithonia
Cite this as (CSE Style): Setyawan F, Aldi MM, Talkah A. 2021. Pengaruh pupuk organik dan Plant Growth
Promoting Rhizobacteria terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Agrotechnology Res J. 5(1): 44–48.
https://dx.doi.org/10.20961/agrotechresj.v5i1.44300.
PENDAHULUAN
Kedelai adalah tanaman pangan yang paling penting
di Indonesia setelah padi dan jagung. Kedelai juga
merupakan tanaman yang sumber protein nabatinya di
perlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat
Indonesia. Indonesia merupakan negara produsen
tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai
terbesar di Asia (Kementerian Pertanian 2018; BPS
2020). Kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun terus
meningkat. Kedelai selama ini memang menjadi
persoalan. Selain luas terbatas, produktivitas kedelai
juga rendah. produksi dan kebutuhan pangan pokok
tahun 2018 dari Kementerian Pertanian, produksi
kedelai tahun 2018 sebesar 983 ribu (BPS 2020). Data
konsumsi kedelai pada tahun 2018 kebutuhan kedelai
sebesar 2224,1 ribu ton, sehingga defisit sebesar 1241,1
ton. Data tersebut menunjukkan bahwa produksi kedelai
Indonesia belum memenuhi kebutuhan. Salah satu
penyebabnya yaitu kualitas lahan yang semakin
menurun karena penggunaan pupuk kimia yang semakin
meningkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kualitas lahan yaitu dengan penggunaan
pupuk organik.
Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang
dapat meningkatkan produktivitas lahan (Kwesiga et al.
2020). Bahan organik tanah berperan penting dalam
meningkatkan dan mempertahankan kesuburan tanah,
yang akan menentukan produktivitas tanaman dan
keberlanjutan lahan pertanian (Muzaiyanah dan Subandi
2016; Pirttilä et al. 2021). Salah satu pupuk organik dari
Tithonia dapat meningkatkan produktivitas jagung dan
mengurangi jumlah gulma (Laude et al. 2021), selain itu
pupuk Tithonia dapat mengubah sifat kimia tanah yaitu
dapat meningkatkan pH tanah, C-organik, N-total, K
yang dapat ditukar, Ca yang dapat ditukar, Mg yang
dapat ditukar (Enita et al. 2020; Puteri et al. 2021).
Pertanian berkelanjutan dapat dilakukan dengan sistem
budidaya dengan penggunaan pupuk organik dan
peningkatan aktivitas mikroorganisme yang dapat
dilakukan dengan penambahan Plant Growth Promoting
Rhizobacteria (PGPR) (Mohamed et al. 2019; Zandi dan
Basu, 2016). Pupuk organik dan PGPR dapat digunakan
sebagai pupuk hayati karena dapat menghasilkan enzim
yang larut, dan dapat sebagai agens pelarut mineral,
agens biokontrol, dan fungisida biologis (Hafez et al.
2021; Moncada et al. 2020).
Salah satu mikroorganisme PGPR yang berfungsi
untuk menyuplai hormon tumbuh seperti auksin, IAA dan
*Corresponding Author:
E-Mail: fajar_setyawan26@yahoo.com