Jurnal Teknik Mesin: Vol. 07, No. 3, Oktober 2018 119 ISSN 2549 - 2888 Studi Hasil Pengelasan Mahasiswa Semester 6 Konsentrasi Teknik Produksi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan Untuk Posisi Pengelasan Pipa Pa Dan HLO45 Melvin Bismark H. Sitorus, Piktor Tarigan, Udur 1 Januari Hutabarat Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan, Kampus USU, Medan E-mail: bsm4rk@gmail.com Abstrak--Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengikuti sertifikasi profesi pada bidang pengelasan SMAW untuk kriteria pengelasan pipa pada posisi PA dan HLO45 dimana sampel yang diamati berasal dari hasil pengelasan 8 mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Mesin konsentrasi Teknik Produksi dan dari hasil penelitian ini didapat persentase mahasiswa yang kompeten pada posisi pengelasan tersebut dengan standar pengelasan TWI, dalam bentuk visual test, dan bending test. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pada posisi pengelasan PA hanya 25% yang diterima sedangkan pada posisi pengelasan HLO45 yang sebenarnya lebih sulit secara teori 75% diterima. Kata kunci: Kata kunci: Studi Pengelasan, TWI, HLO 45, PA 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program studi teknik mesin terdiri atas dua konsentrasi keahlian, konsentrasi Teknik Produksi dan konsentrasi teknik perawatan dan perbaikan. Lulusan Program studi Teknik Mesin Konsentrasi teknik Produksi merupakan tenaga pengelola tingkat menengah professional yang menguasai dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang proses produksi. Salah satu kompetensi dalam konsentrasi ini adalah di bidang pengelasan. Keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia Nomor: KEP. 342/MEN/X/2007 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Pengolahan Sub Sektor Industri Barang Dari Logam Bidang Jasa Industri Pengelasan Sub Bidang Pengelasan SMAW menetapkan kualifikasi juru las dalam 3 jenjang, yaitu juru las SMAW 1, Juru Las SMAW 2 dan Juru Las SMAW 3 (BNSP 2007). Untuk lulusan D3 Politeknik, berdasarkan KKNI setidaknya sudah ada dalam jenjang juru las SMAW 3. Berdasarkan posisi pengelasan, Juru las SMAW 2 sudah dapat mengelas pipa posisi sumbu mendatar dapat diputar (PA) dan posisi sumbu tegak dapat diputar. Sedangkan untuk juru las SMAW 3 sudah dapat mengelas pipa posisi sumbu mendatar tidak dapat diputar (PG atau PF) dan sumbu miring (HLO45 atau JLO45). Mengacu kepada SKKNI pengelasan tersebut, peneliti mencoba mengukur tingkat kompetensi pengelasan mahasiswa Progam Studi Teknik Mesin semester 6 konsentrasi teknik produksi, minimal pada KKNI 2 untuk bidang pengelasan. Indikatornya adalah hasil pengelasan tumpul pipa untuk posisi pengelasan PA dan HLO45 yang kemudian diinspeksi secara visual dan pengujian merusak (destructive test) dengan melakukan uji bending mengacu kepada standar BS EN ISO. Luaran dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi alat evaluasi dalam mengembangkan/ merevisi kurikulum di Program Studi Teknik Mesin kedepannya khususnya pada pembentukan RPS pada mata kuliah Praktek Kerja mesin perkakas dan las yang ada di semester 2 dan 3 serta praktek kerja las yang ada di semester 5. Selain itu hasil penelitian ini dapat juga menjadi perangkat untuk memprediksi tingkat kelulusan mahasiswa pada uji kompetensi pengelasan yang akan diadakan di LSP P1 Polmed untuk Skema Pengelasan SMAW 2 Pengelasan SMAW 3. 1.2 Rumusan Masalah Mengacu muatan pada kurikulum Program Studi Teknik Mesin, Konsentrasi Teknik Produksi (kurikulum terlampir) sudah sepantasnya mahasiswa pada prodi tersebut kompeten, minimal pada pengelasan SMAW 2 atau SMAW 3 mengingat praktek pengelasan sudah diberikan dalam 3 semester. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perbandingan hasil pengelasan mahasiswa program studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, konsentrasi teknik produksi tahun ajaran 2017/2018 dengan standar yang berlaku secara Internasional dalam hal ini adalah standar BS EN ISO dalam bentuk Visual test (BS EN ISO 7637:2011) dan Destructive Test berupa Bending Test (BS EN ISO 4136) 1.3 Batasan Penelitian Penelitian ini dibatasi untuk las temu (butt joint) berupa profil pipa dengan menggunakan mesin