1430 PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS POTENSI DAERAH TERHADAP RETENSI SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Heni Susilowati 1 , Vandalita M.M Rambitan 2 , Afif Ruchaemi 3 1 Pendidikan Biologi-Universitas Mulawarman 2 Pendidikan Biologi-Universitas Mulawarman 3 Fakultas Kehutanan-Universitas Mulawarman INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 20-9-2017 Disetujui: 20-10-2017 Abstract: The use of learning models that teachers apply when teaching can affect learning achievement and student retention skills. Learning from the environment can be a source of contextual learning to enrich students' cognitive knowledge. This study uses two classes: the experimental class uses guided inquiry model, while the control class uses conventional learning. The purpose of this research is to know the influence of inquiry model based on local potency to student retention. The method used in this research is experiment with Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. The result of the research shows that the guided inquiry model based on the potential of empty palm fruit bunches with Sig 2 tailed test results 0.01 <0.05 has an effect on student retention result. Abstrak: Penggunaan model belajar yang diterapkan guru saat mengajar dapat memengaruhi kemampuan hasil belajar dan retensi siswa. Pembelajaran dari lingkungan dapat dijadikan sumber belajar kontekstual untuk memperkaya pengetahuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen menggunakan model inkuiri terbimbing, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing berbasis potensi daerah terhadap retensi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan model inkuiri terbimbing berbasis potensi daerah tandan kosong sawit dengan hasil uji Sig 2 tailed 0.01 < 0.05 berpengaruh terhadap hasil retensi siswa. Kata kunci: guided inquiry; regional potential; retention; inkuiri terbimbing; potensi daerah; retensi Alamat Korespondensi: Heni Susilowati Pendidikan Biologi Universitas Mulawarman Jalan Muara Pahu Kampus Gunung Kelua E-mail: henisusilowatii70@gmail.com Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh banyak aspek, di antaranya adalah gaya belajar, fasilitas yang tersedia, pengaruh iklim kelas, guru, metode pembelajaran, sumber belajar, dan masih banyak aspek lainnya. Undang-undang No. 20 Tahun 2013, tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan yang dikembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Dengan mengacu pada undang-undang tersebut maka pengembangan proses pembelajaran di sekolah dapat mengangkat potensi lokal di daerah tersebut. Potensi lokal yang dimaksud ialah kejadian, peristiwa, permasalahan atau fenomena yang terdapat pada lingkungan daerah asal peserta didik (Marlina dalam Prabowo, 2016). Pembelajaran yang bersifat konstruktif dan bersumber dari lingkungan sekitar diharapkan dapat membentuk sikap ilmiah dan proses berfikir siswa secara maksimal karena siswa dapat langsung melihat bagaimana pembelajaran yang mereka terima di kelas dengan kondisi di lapangan yang ada di sekitar mereka. Pembelajaran kontekstual yang mengangkat potensi daerah dan bagaimana penanganan dampak dari proses yang ditimbulkannya pada lingkungan sekitar belum banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Melihat sumber-sumber belajar di lingkungan sekitar yang bisa diangkat dalam proses belajar di kelas maka perlu adanya upaya dari guru untuk bisa memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan dapat memacu serta meningkatkan rasa ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dalam berpikir serta kreativitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, terutama konsep-konsep pengetahuan dapat terekam dengan baik dalam ingatan atau memori siswa dalam jangka waktu yang lama. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 10 Bulan Oktober Tahun 2017 Halaman: 14301436