109
SOLIDARITY 4 (2) (2015)
SOLIDARITY
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity
SISTEM HUTANG-PIUTANG DI WARUNG KELONTONG
PADA MASYARAKAT PEDESAAN
(Studi kasus di Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)
Yurizka Meivani
& Thriwaty Arsal
Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel:
Diterima September2015
Disetujui Oktober 2015
Dipublikasikan
November 2015
________________
Keywords:
cooperatif model type
talking stick , Innovative
lesson, folklore attentive,
multimedia quiz creator.
____________________
Abstrak
___________________________________________________________________
Masyarakat desa Banjarsari Kulon memiliki cara khas dalam bertransaksi di warung kelontong
yaitu menggunakan sistem hutang piutang di warung kelontong. Penelitian ini bertujuan : (1)
mengetahui bagaimana bentuk sistem hutang-piutang di warung kelontong (2) mengetahui
pandangan masyarakat terhadap adanya sistem ekonomi hutang-piutang di warung kelontong (3)
mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya sistem ekonomi hutang-piutang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian
di Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian adalah
pemilik warung kelontong dan pelanggan warung kelontong. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
mekanisme dalam pelaksanaan hutang-piutang di warung kelontong mendasarkan pada aspek
sosial budaya. Pemilik warung mengalami dilema sosial, pelanggan warung kelontong
berpenghasilan tak tentu merasa diuntungkan dengan sistem hutang-piutang dan kebiasaan hutang
membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif. Faktor yang melatarbelakangi adalah faktor
pribadi dan faktor lingkungan sosial budaya
Kata Kunci : Hutang-Piutang, Masyarakat Desa Banjarsari Kulon, Sistem, Warung Kelontong.
Abstract
___________________________________________________________________
Banjarsari Kulon societies has a distinctive transact in warung kelontong thats using credit-debt economic
system. This study aims to : (1) examine how credit-debt economic system happen in warung kelontong. (2)
examine communities view about credit-debt economic system. (4) examine the emergence factors of credit-debt
economic system. This research used qualitative research methods. Research location in Desa Banjarsari Kulon
Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. The subject’s study is the owner of warung kelontong and the
cutomers. Data collection technique used observation, interview and documentation.The rsearch results show
that mechanism of credit-debt economic system reasted on social and cultural aspects. Warung Kelontong
owner had social dilemma, costumer of warung kelontong get the benefit from credit-debt economic system but
credit-debt habit make the costumer more consumptive. The emergence factors are personal factors and social-
cultural factors.
Key Word : Banjarsari Kulon Societies , Credit-debt, System, Warung Kelontong
© 2015 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Gedung C7 Lantai 1 FIS Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: unnessosant@gmail.com
ISSN 2252-7133