Akhmad Sukri, Hubungan Persepsi dan Tingkat …. 1 HUBUNGAN PERSEPSI DAN TINGKAT KEAKTIFAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA BIOLOGI PADA PERKULIAHAN BIOTEKNOLOGI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Akhmad Sukri 1 dan Elly Purwanti 2 1 Jurusan Biologi, IKIP Mataram e-mail: sukri_bio04@yahoo.co.id 2 Jurusan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang ABSTRAK Ada tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu (1) sumber belajar dan proses belajar di sekolah, (2) kemampuan dan kecakapan guru, dan (3) kemampuan peserta didik. Dosen melalui empat pilar kompetensi dituntut untuk mendorong dan memotivasi mahasiswa dalam belajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini mengungkap hubungan persepsi dan tingkat keaktifan dengan hasil belajar mahasiswa biologi pada perkuliahan bioteknologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara tingkat keaktifan mahasiswa dengan hasil belajar bioteknologi (r = 0,789), sedangkan persepsi mahasiswa tidak memiliki korelasi dengan hasil belajar bioteknologi (r = 0,00). Kata Kunci: Persepsi, hasil belajar, bioteknologi PENDAHULUAN Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan formal yang ada pada lembaga pendidikan terutama di sekolah. Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik, yaitu pendidik yang mengajar dan perserta didik yang belajar (Syah, 2004). Proses pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Sciefelbein dan Simon (1981), bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu, 1) sumber belajar dan proses belajar di sekolah, 2) kemampuan dan kecakapan guru, dan 3) kemampuan peserta didik. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar selain proses pembelajaran adalah kecakapan guru. Guru memegang peranan penting dalam proses pembelajaran di kelas. Guru bertindak sebagai mediator yang mengarahkan peserta didik dalam belajar. Hal ini karena paradigma pembelajaran telah berubah dari teacher center, yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi student center, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kecakapan guru ini sangat penting, karena bagaimanapun bagus dan idealnya kurikulum pendidikan tanpa diimbangi kemampuan guru atau dosen dalam mengimplementasikannya, maka semuanya kurang bermakna (Sanjaya, 2006). Guru sebagai seorang mediator dituntut untuk menguasai empat kompetensi, yaitu 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensi sosial, dan 4) kompetensi profesional. Kompetensi profesional menuntut guru untuk menguasai materi, bagaimana menyampaikan materi dengan baik, dan semua seluk beluk yang berkaitan dengan pembelajaran. Diharapkan dengan penguasaan kompetensi profesional dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa