Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 Latifah Nuraini 1*) , Irma Nur Af’idah 2 , Arif Casannudin 3 , Zukrofus Za’im 4 , Diah Ayu Ratna Sari 5 Published online: 10 November 2022 ABSTRACT The purpose of this community service is to increase adolescent knowledge about reproductive health, which is important for the survival of the youth, offspring, and the future of the Indonesian nation, especially in welcoming “Indonesia Emas 2045”. Adolescent reproductive health education needs to be improved considering that this knowledge is still considered taboo so it gets less attention. The method used in this service is ABCD (Asset Based Community Development) with the main assets being teenagers in Rogomulyo Kayen Pati Village while the community is the Kayen Pati District Health Office. The service steps include: 1) observation, 2) community approach, 3) socialization of activities, 4) socialize the adolescent reproductive health, 5) evaluation and mentoring. The activity was carried out by socializing knowledge, discussing, and giving questionnaires. The results obtained, the average value of the participants was 79.8, meaning that the participants' understanding of reproductive health was high. Based on the questionnaire, most of the participants obtained reproductive health information from the internet. These results are quite worrying because the internet does not only have a positive side. Reproductive health socialization should be provided starting from children, adolescents, pregnant mothers, and parents, so that this knowledge is no longer considered taboo and becomes the needs of each individual. Keywords: health, youth reproduction, Indonesia Emas 2045 Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, yang mana hal ini penting untuk kelangsungan hidup diri remaja tersebut, keturunan, serta masa depan bangsa Indonesia khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Edukasi kesehatan reproduksi remaja perlu ditingkatkan mengingat pengetahuan ini masih dianggap tabu sehingga kurang mendapatkan perhatian. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ABCD (Asset Based Community Development) dengan aset utama adalah remaja di Desa Rogomulyo Kayen Pati sementara komunitas adalah Dinas Kesehatan Kecamatan Kayen Pati. Langkah-langkah pengabdian meliputi: 1) observasi, 2) pendekatan komunitas, 3) sosialisasi kegiatan, 4) pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi remaja, 5) evaluasi dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan sosialisasi pengetahuan, diskusi, dan pemberian angket untuk mengetahui pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Hasil yang diperoleh, rata-rata nilai peserta 79,8 artinya pemahaman peserta tentang kesehatan reproduksi tinggi. Berdasarkan angket, sebagian besar peserta memperoleh informasi kesehatan reproduksi dari internet. Hasil tersebut cukup mengkhawatirkan karena internet tidak hanya mempunyai sisi positif saja. Sosialisasi kesehatan reproduksi hendaknya diberikan mulai dari anak, remaja, ibu hamil, dan orang tua, sehingga pengetahuan ini tidak lagi dianggap tabu dan menjadi kebutuhan masing-masing individu. Kata kunci: kesehatan, reproduksi remaja, Indonesia Emas 2045 PENDAHULUAN Indonesia Emas 2045, 100 tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia bercita-cita menjadi salah satu dari 5 kekuatan ekonomi dunia. Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menyusun