111 | Volume 13 Nomor 2, September 2022 http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/sanjiwani KIRAB PUSAKA KERATON KASUNANAN SURAKARTA DALAM PERSPEKTIF ETIKA DEONTOLOGI IMMANUEL KANT John Abraham Ziswan Suryosumunar 1 ; Fuad Noorzeha 2 IAHN Gde Pudja Mataram 1 ; UKH Surakarta 2 suryosumunar0202@gmail.com 1 ; zehaphilosophy@gmail.com 2 ABSTRACT Keywords: Kirab Pusaka; Kasunanan Surakarta; Deontological Ethics The Javanese is one of the largest ethnic group in Indonesia, whose presence spreads not only throughout Indonesia, but also dominates the population in several areas in other countries, such as in Suriname and New Caledonia. Javanese ethnic culture is basically centralized from the past kingdoms which are still standing today, namely Surakarta and Yogyakarta. The Javanese cultural character that upholds social and spiritual harmony is one of the factors why this ethnic group is easy to adapt to local communities from various regions. It is interesting for the writer to explore the practice of Javanese traditions that still survive to this day which is a symbol of the harmony of the macrocosm and microcosm, one of which is the kirab pusaka from the Kasunanan Surakarta Palace. The author, using the method of philosophical hermeneutics, tries to analyze the tradition in the Deontology ethical perspective of Immanuel Kant. This analysis can be useful for understanding the correlation of the implementation of the kirab pusaka with the basic obligations held by the indigenous people of the Surakarta Kasunanan Palace in carrying out the kirab pusaka tradition. Accepted: 22-06-2022 Revised: 29-08-2022 Approved: 15-09-2022 ABSTRAK Kata kunci: Kirab Pusaka; Kasunanan Surakarta; Etika Deontologi Jawa adalah salah satu suku terbesar di Indonesia yang keberadaannya menyebar tidak hanya di seluruh penjuru Indonesia, tetapi juga mendominasi jumlah penduduk di beberapa daerah di negara lain, seperti di negara Suriname dan New Caledonia. Kebudayaan etnis Jawa pada dasarnya tersentral dari kerajaan- kerajaan masa lalu yang hingga saat ini masih berdiri, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Karakter kultural Jawa yang menjunjung keharmonisan sosial maupun spiritual adalah salah satu faktor kenapa etnis ini mudah untuk beradaptasi dengan masyarakat lokal dari berbagai daerah. Hal ini yang menarik bagi penulis untuk kemudian mengeksplorasi praktik tradisi suku Jawa yang masih bertahan hingga saat ini yang menjadi sebuah simbol keselarasan makrokosmos dan mikrokosmos, yang salah satunya adalah kirab pusaka dari keraton Kasunanan Surakarta. Penulis dengan menggunakan metode hermeneutika filosofis berusaha menganalisis tradisi tersebut dalam perspektif etika Deontologi dari Immanuel Kant. Analisis ini dapat Diterima: 22-06-2022 Direvisi: 29-08-2022 Disetujui: 15-09-2022