SCRIPTA BIOLOGICA | VOLUME 4 | NOMER 1 | MARET 2017 | 3135 | HTTP://DOI.ORG/10.20884/1.SB.2017.4.1.382 | http://scri.bio.unsoed.ac.id 31 PENGARUH INOKULASI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) USWATUN HASANAH, PURNOMOWATI, UKI DWIPUTRANTO Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Jalan dr. Suparno 63 Purwokerto 53122 ABSTRACT Tomato has an important role to fullfil the nutrition of society. The most important problem in the cultivation of tomatoes is fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum it will attacking the plants from nursery to adult. One of the alternative control is use the Vesicles Arbuscular Mycorrhizae (VAM). The success of VAM infection in plants is determined by the dose and the inoculation. The aim of this research is to determine the effect of dose and mixture VAM inoculation to against the emergence of fusarium wilt in tomato plants and to determine the dosage mixture VAM inoculation as the most effective way for controlling fusarium wilt in tomato plants. The method of this research used experimental with completely randomized design. The experimental treatment consists of two types of treatment that are combined with used 5 doses of VAM mixture (0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and used two ways of inoculation ( inoculation when the seed is planted and inoculation when transplanting the seeds). Each treatment was repeated 3 times and each test are three plants. The parameters was observed the incubation period of the disease and the intensity of fusarium wilt as the main parameter and the measurement of pH, temperature, humidity room, and the degree of infection as supporting parameters. The results of this research showed that the dosage and inoculation of VAM mixture is not able to reduce the emergence of fusarium wilt on tomatoes, but it was able to extend the incubation period of fusarium wilt on tomato plants a dose with 10 g /plant inoculated plants when the seeds are planted and inoculation when transplanting the seeds. KEY WORDS: Solanum lycopersicum, Fusarium oxysporum, MVA Penulis korespondensi: USWATUN HASANAH | email: uswatun2414@gmail.com PENDAHULUAN Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan produksi mencapai 916.001 ton pada tahun 2014 (Badan Pusat Statistik, 2015). Dewasa ini budidaya tomat sudah dikembangkan secara ekstensif maupun intensif oleh petani di Indonesia (Susanna et al., 2010), namun berbagai kendala masih perlu mendapat perhatian dalam budidaya tomat, di antaranya yang paling penting adalah karena penyakit. Salah satu penyakit penting pada tanaman tomat adalah penyakit layu yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum. Penyakit ini menimbulkan kerugian 2030% (Susanna et al., 2010). Menurut Nurhayati (2010), penyakit layu fusarium dapat mengakibatkan matinya tanaman dan kegagalan panen serta dapat terjadi pada tanaman tomat sejak dari pembibitan hingga tanaman dewasa. Usaha pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman tomat umumnya menggunakan fungisida sintetik yang apabila melebihi dosis anjuran dan digunakan secara terus menerus akan meracuni (toksik) (Ariyanta et al., 2015). Oleh karena itu perlu diupayakan teknologi pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman tomat yang ramah lingkungan dengan menggunakan agensia hayati, salah satunya adalah mikoriza. Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) mampu bersimbiosis dengan hampir seluruh tanaman pertanian, di antaranya adalah tanaman tomat (Solihah et al., 2013). Nurhayati (2010) menyatakan bahwa MVA mampu memberikan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan lingkungan serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penggunaan MVA sebagai pengendali hayati penyakit tumbuhan telah banyak dilakukan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulum MVA yang terdiri atas beberapa spesies yang berbeda memberikan dampak yang positif, di antaranya penelitian oleh Solihah et al. (2013) bahwa inokulasi MVA campuran yang terdiri atas Gigaspora sp., Glomus sp., dan Acaulospora sp. dengan dosis 12,5 g/tanaman merupakan dosis yang paling baik untuk menekan intensitas dan memperpanjang masa inkubasi penyakit layu fusarium pada tanaman semangka. Dosis dan cara inokulasi sangat menentukan keberhasilan infeksi MVA pada tanaman (Basuki, 2003). Terdapat dua cara inokulasi MVA yaitu inokulasi saat biji ditanam dan saat bibit dipindahtanamkan. Dosis yang didukung oleh cara inokulasi yang tepat akan menghasilkan kombinasi yang terbaik untuk meningkatkan infeksi MVA (Fakuara, 1988). Penelitian ini menggunakan inokulum MVA campuran yang terdiri atas Glomus clarum dan Gigaspora sp. dengan dosis dan cara inokulasi yang berbeda untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penggunaan inokulum MVA campuran didasarkan pada penelitian Swastikawati (1999) yang melaporkan bahwa penggunaan MVA campuran lebih